Inilah Strategi Pemerintah Dongkrak Hulu Migas di Wilayah Timur

39400
Holding BUMN Tambang Jadi Makin Mendesak
foto : bloomberg.com

indoPetroNews- Pengembangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Indonesia bagian timur mendapat berbagai tambahan split. Berapa tambahan splitnya? Kebijakan tersebut tertuang dalam skema Gross Split yang menggantikan PSC Cost Recovery.

“Dalam skema Gross Split, pengembangan migas di wilayah timur yang umumnya di daerah frontier, mendapat tambahan split sebesar 4% untuk frontier darat dan 2% untuk frontier laut. Selain itu, lapangan di offshore dengan kedalaman laut tertentu bisa mendapatkan tambahan split hingga 16%,” kata Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, Selasa (3/10/2017) di Jakarta. Kalau frontier di laut 2%, frontier di darat 4%. Menurutnya, tidak ada diskusi untuk laut dalam. “Bisa tidak kita debat terkait kedalaman laut. Inilah strategi pemerintah dalam mengembangkan lapangan migas di Indonesia Timur,” ujarnya.

Dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM No 52 Tahun 2017 tentang Perubahan tentang Perubahan atas Permen ESDM Nomor 08 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split, pemerintah melakukan penataan regulasi kembali guna meningkatkan iklim investasi hulu migas.

Salah satu poin perubahan tersebut adalah adanya tambahan split untuk wilayah kerja yang sama sekali belum tersedia infrastruktur penunjang minyak dan gas bumi (new frontier), dibagi menjadi lokasi new frontier offshore mendapatkan split 2% sedangkan untuk new frontier onshore sebesar 4%. Sebelumnya tidak ada pembedaan onshore dan offshore.

Sebagai catatan, Wilayah Kerja (WK) Migas di Indonesia secara keseluruhan berjumlah 270 WK, dengan rincian 87 WK Eksploitasi dan 183 WK Eksplorasi. Khusus WK Eksploitasi, pengembangan di onshore berjumlah 45 WK, offshore sebanyak 29 WK, serta 13 WK mengembangkan lapangan baik di onshore maupun offshore. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*