BATAN Luncurkan Cikal bakal Reaktor PLTN Merah Putih

10100
BATAN Luncurkan Cikal bakal Reaktor PLTN Merah Putih
istimewa

indoPetroNews- Pembangunan Reaktor Daya Eksperimental (RDE) yang digagas sejak 2013 oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah memasuki episode baru dengan diselesaikannya dokumen Basic Design Engineering. Dokumen tersebut oleh BATAN diluncurkan pada Kamis (28/9/2017) di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

RDE merupakan reaktor riset yang dapat menghasilkan listrik dengan kapasitas 10MWt atau sekitar 3 MWe. RDE ini nantinya akan dijadikan sebagai percontohan bagi seluruh masyarakat bahwa bangsa Indonesia mampu membangun dan mengoperasikan reaktor dengan aman dan selamat.

“Ide RDE kita munculkan pada 2013. Kemudian masuk program pemerintah. Pada tahun 2015 ada kontrak dengan konsorsium Jerman – Indonesia, dan muncullah konseptual design,” kata Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto kepada sejumlah media, Kamis  (28/9/2017) di Puspitek Serpong, Tangerang Selatan Banten. Selanjutnya ada feasibility study di Serpong hingga muncul cost estimation-nya.

Diakui Djarot bahwa awalnya cost estimation sangat mahal. Untuk kapasitas 10MWt atau sekitar 3 MWe hanya mampu menerangi 1000 rumah di sekitar Serpong. “Harganya sekitar Rp 4,3 Triliun,” katanya. Oleh karena itu pihaknya hendak menghitung sendiri.

Hasilnya? “Biayanya sekitar Rp 150 juta cash. Ini karena kita punya latar belakang doktor dan master dibidang RDE. Apalagi kita ada BATAN Incorporated,” tandas Djarot seraya berharap agar bangsa ini tidak terlalu bergantung pada pihak asing.

Dia juga menyatakan bahwa RDE akan menjadi semacam acuan design pembangkit listrik dan tenaga uap untuk industri. Namun tidak hanya untuk listrik tetapi panasnya untuk deseliminasi air laut, produksi hydrogen, mencairkan batu bara, smelter, oil recovery dan lain semacamnya.

Selain itu, dengan diluncurkannya dokumen Basic Design Engineering (BDE) ini semakin mempertegas bahwa bangsa Indonesia mampu menyusun design RDE sebagai cikal bakal reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Merah Putih di Indonesia.

Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Geni Rina menjelaskan, BDE ini merupakan pengembangan dari desain konseptual yang sebelumnya telah dibuat PT. Renuko 2015. PT. Renuko merupakan pihak yang memenangkan lelang sebagai pembuat Desain Konseptual RDE. “Konseptual desain seperti peta buta, sedangkan Basic Design sudah jauh lebih rinci,” jelasnya.

BDE yang diluncurkan saat ini merupakan versi nol, dan tahun depan akan dilakukan uji secara eksperimental dari beberapa bagiannya. Dari uji tersebut, data yang didapatkan akan dijadikan masukan balik ke basic design untuk versi selanjutnya. BDE ini diklaim sebagai desain reaktor daya pertama kali yang dihasilkan Indonesia. “Selain itu tahun 2018, BATAN akan membuat alat uji, seperti fuel handling system, helium purifikasi, dan control rod untuk melakukan uji coba secara eksperimen,” tambahnya.

Menurutnya, kelebihan RDE yang bertipe High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR) selain menghasilkan listrik, juga dapat menghasilkan uap panas yang dapat digunakan untuk aplikasi industri seperti pelelehan batu bara, pembuatan gas hidrogen, pembuatan gas metan dari gas alam, desalinasi air laut dan proses kimia lainnya yang membutuhkan panas yang tinggi.

Dengan selesainya BDE versi nol ini, Geni berharap BATAN akan merambah ke validasi dengan data eksperimental, dan dikerjakan secara konsorsium yang melibatkan Universitas dan Industri. “Pada akhirnya dapat dibangun reaktor daya dan di-scale up menjadi PLTN komersial di Indonesia sebagai karya anak bangsa. Dengan demikian Indonesia menjadi negara yang terdepan dalam menjadi technology provider,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*