Lapangan Gas JTB, Integrasi untuk Efisiensi Energi Nasional

12300
Menteri ESDM Minta Proyek JTB Gresik Rekrut Tenaga Kerja Lokal
Foto : industribisnis.com

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, mewakili Presiden Republik Indonesia, pada Senin (25/9/2017), melakukan meletakkan batu pertama proyek pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru adalah gabungan/unitisasi dari bagian Wilayah Kerja Cepu atau Blok Cepu serta Wilayah Kerja Pertamina EP.

Menteri Jonan mengungkapkan bahwa dengan cadangan sekitar 2 Trillion Cubic Feet (TCF), Lapangan JTB adalah proyek pembangunan gas di darat (onshore) yang terbesar dalam dalam 10 tahun terakhir.

“Kalau kita lihat dalam 10 tahun terakhir, ini adalah proyek pembangunan gas onshore yang paling besar, cadangannya sekitar 2 TCF (Trillion Cubic Feet) dan produksinya bisa sampai 330 MMSCFD, tergantung buyer (pembeli),” ungkap Menteri Jonan.

Menteri Jonan juga mempersilahkan jika PT PGN berminat untuk membeli gas dari lapangan JTB ini, namun dengan syarat mengutamakan efisiensi agar industri menjadi lebih kompetitif

“Tadi Pak Jobi (Direktur Utama PT PGN) tanya, kalau ada sisa boleh ga? Ya boleh-boleh aja. Tapi kalau mau beli, nanti Bapak jual, harganya harus efisien. Kompetitif harganya. Jadi jangan tidak kompetitif, karena kalau tidak kompetitif, industri kita akan tidak kompetitif. Itu yang Pemerintah selalu khawatir, Industri Indonesia lama-lama tidak bisa bersaing dengan Vietnam, Tiongkok dan sebagainya,” lanjut Menteri Jonan.

Proyek pengembangan lapangan gas JTB ini dibangun selama lebih kurang 4 tahun, diproyeksikan selesai pada awal tahun 2021 dan akan memberikan efek ganda terhadap perekonomian daerah khususnya dan nasional umumnya. Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai lebih dari 6.000 orang pada masa konstruksi.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengungkapkan rasa terima kasih kepada Menteri ESDM atas terobosan yang dilakukan sehingga prosesnya selesai dalam waktu 4 bulan.

“Terima kasih banyak kepada Pak Jonan yang sudah banyak membantu, sehingga terobosan dari proyek ini bisa kita selesaikan dalam waktu empat bulan. Saya sendiri waktu menjabat di bulan April 2017, ini merupakan salah prioritas yang dititipkan oleh pemerintah sehingga bisa kita selesaikan,” imbuh Massa.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Sunyoto menyatakan dukungannya atas berjalannya proyek pengembangan lapangan gas JTB ini. Seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro akan mengawal proyek ini agar berjalan sesuai rencana.

“Kami semua berkomitmen akan mendukung proyek ini supaya berjalan dengan mulus sesuai dengan target, sehingga efisiensi dapat terjadi. Saya yakin proyek ini bukan hanya harapan rakyat Bojonegoro, juga harapan seluruh rakyat Indonesia. Kalau gas keluar, akan lebih bagus untuk kita semua.”

Sebagai catatan, Pengembangan lapangan gas JTB ini menjadi bagian dari pengembangan energi yang terintegrasi antara pengembangan Blok Migas dengan pengembangan ketenagalistrikan dan pengembangan industri. Hal ini akan mendorong penggunaan energi yang lebih efektif dan efisien.

Kawasan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah juga akan mendapat pasokan gas melalui pipa sepanjang 267 kilo meter dari lapangan ini ke Bojonegoro, Cepu, Semarang, dan Gresik yang akan segera dibangun. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*