Global Hydro Siapkan Teknologi PLTA Skala Kecil

50600
Kaltara Bakal Bangun PLTA
Foto : global.com

indoPetrNews- Melimpahnya potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia telah dilirik oleh beberapa negara untuk mensupport energi yang bakal menggantikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu negara yang telah siap adalah Austria.

Melalui Global Hydro, perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala kecil spesialis dari Austria, siap masuk ke Nusantara. Melalui anak perusahaan PT Global Hydro Indonesia yang berkedudukan di Jakarta, Global Hydro akan memenuhi kebutuhan pasar dengan pelayanan langsung di Indonesia.

“Pasar di Indonesia telah berkembang dengan sangat baik bagi kami. Di sini kami
menemukan kondisi yang ideal bagi penerapan teknologi khusus kami di bidang pembangkit listrik tenaga air skala kecil,” ujar Heinz Peter Knass, Managing Director Global Hydro kepada sejumlah media, Senin (25/9/2017) di Jakarta. Dengan diperkenalkannya inovasi “smarT“ pada medio tahun ini, yang akan menjadi acuan baru untuk segemen pembangkit listrik tenaga air skala kecil, menjadikan Indonesia sebagai pasar yang tepat.

Dengan solusi “Plug-and-Play”, biaya pemasangan pembangkit dengan kapasitas 100 hingga 1.000 kilowatt dapat berkurang hingga 50 persen jika dibandingkan dengan cara biasa.

“Mudahnya penanganan dan implementasi “smarT” dan disertai dengan harga yang terjangkau membuatnya menjadi pilihan tepat bagi kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan. Hal ini memungkinkan kami untuk dapat meyediakan energi bersih
kepada masyarakat, meskipun di daerah yang belum berkembang,” ujar Marius Hager, salah seorang pendiri Global Hydro.

Global Hydro memprediksikan 200 sampai 300 pemesanan instalasi per tahunnya. Untuk memenuhi besarnya permintaan dan agar dapat memberikan layanan jangka menengah hingga jangka panjang, saat ini telah dilakukan berbagai penyesuaian dengan menanamkan investasi secara menyeluruh di segala bidang.

Di samping berdirinya anak perusahaan di Indonesia, Amerika Latin maupun Kanada, perusahaan asal Austria ini juga berencana menanamkan investasi sekitar delapan juta Euro untuk perluasan area produksi dan penambahan peralatan mesin. Hingga 2020, pendapatan diperkirakan akan meningkat hingga dua kali lipat menjadi sekitar 80 juta Euro. “Hal ini tentu merupakan target yang sangat ambisius. Namun, kami sangat yakin dengan produk dan layanan kami – hal ini juga didukung oleh permintaan global
yang juga sangat optimistis,” ujar Heinz Peter Knass. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*