Agar Maksimal, Menteri ESDM Kembangkan BPSDM Jadi PK-BLU

40300
ESDM Minta OJK Biayai 46 Proyek EBT yang Mangkrak
katadata.co.id

indoPetroNews- 

Untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pengembangan terhadap Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM menjadi Satuan Kerja dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK-BLU).

“BPSDM harus dibuat menjadi BLU, seperti korporasi milik pemerintah, sehingga menjadi komoditi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, dalam satu diskusi pada Senin (18/9/2017) di Jakarta.

Pihaknya juga meminta kepada BPSDM ESDM dan para badan usaha untuk dapat membangun sinergi yang baik dalam pengembangan SDM di sektor ESDM. “Saya harap (perusahaan) yang tidak memiliki corporate education bisa bekerja sama dengan BPSDM. Saya minta agar ada kerja sama yang baik,” tutur Jonan.

Pengembangan BPSDM ESDM menjadi BLU bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Selain itu, dengan menjadi BLU, maka pengelolaan keuangan BPSDM ESDM menjadi lebih fleksibel dengan tetap berdasarkan kepada prinsip ekonomi dan produktivitas, serta penerapan praktik bisnis yang sehat.

Layanan yang akan diberikan oleh BPSDM ESDM ketika menjadi BLU meliputi jasa pendidikan, jasa pelatihan, jasa sertifikasi, jasa keahlian, jasa bengkel, jasa laboratorium, jasa pengolahan minyak, jasa pengolahan air, jasa penggunaan sarana pendidikan dan pelatihan, dengan rekanan potensial dari berbagai BU/BUT di sektor ESDM.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Jonan menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman BPSDM dengan 11, Badan Usaha (BU) dan Badan Usaha Tetap (BUT) sektor ESDM. Adapun 11 BU/BUT sektor ESDM yang menandatangani nota kesepahaman yakni PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk , Chevron Pacific Indonesia, Medco E&P Indonesia, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Pertamina Drilling Service Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, dan PT Adaro Indonesia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*