Injeksi Solar untuk Menghilangkan Dampak Waxy Oil di Pipa Produksi

12100

indoPetroNews- Pembersihan pipa penyalur migas di site memang sudah termasuk kegiatan maintenance yang pasti dilakukan oleh seluruh operator. Akan tetapi selama ini pembersihan pipa tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang lama. Hal ini tentu harus dihindari, mengingat untuk membersihkan pengendapan paraffin, maka operator harus menutup saluran (shut down). Semakin lama shut down, maka migas yang hilang (total loss) akan semakin banyak. Kerugian pun semakin besar.

Gambar sebelum dan sesudah pembersihan paraffin akibat waxy oil menggunakan metode injeksi solar.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) VICO Indonesia memiliki metode sederhana guna membersihkan pipa jalur produksi dari endapan paraffin yang dihasilkan oleh waxy oil, yaitu dengan injeksi solar.

“Dibutuhkan injeksi kimia ke dalam pipa untuk  mengatasi waxy oil, solar adalah solusinya. Solar kami pilih karena terbukti efektif, mudah didapatkan dan harganya pun terjangkau,” kata Production Engineer VICO Indonesia, Febry Rizqiardihatno, saat mengikuti Knowledge Forum 2017 di Kantor SKK Migas Pusat, Jakarta pada 3 Agustus 2017.

Metode ini telah diujicobakan pada empat sumur di Lapangan Nilam. Lapangan ini memiliki 53 sumur minyak dari total 364 sumur. Nilam selama ini memproduksi minyak dari beberapa reservoir yang salah satunya memiliki karakteristik waxy oil yang cenderung menghasilkan endapan paraffin di jalur pipa produksi.

Dengan kandungan konten wax lebih dari 60 persen, tentu pembersihan pipa menjadi lebih sulit. “Setelah dilakukan uji laboratorium, dari sekian sampel larutan kimia, solar terbukti lebih cepat melarutkan endapan paraffin,” katanya.

Langkah yang dilakukan untuk membersihkan pipa menggunakan solar dimulai dengan penutupan aliran dari sumur (sub in well) selama 40 hingga 50 menit, lalu dilanjutkan dengan pengosongan pipa (flushing line) dengan menggunakan gas lift untuk membersihkan minyak di dalam pipa. Langkah selanjutnya adalah injeksi solar. Untuk masing-masing jalur pipa di Lapangan Nilam, Febry mengakui menginjeksi sebanyak 1 drum solar.

Setelah diinjeksi dan didiamkan beberapa menit, pipa kemudian dilakukan flushing line untuk membersihkan larutan solar yang diinjeksi. Setelah dibersihkan, maka sumur pun dapat dibuka kembali (put online well). Pembersihan pipa ini pun dianjurkan untuk dilakukan minimal sekali tiap bulannya.

Menurut data produksi empat sumur diujicobakan, injeksi solar ini terbukti memberikan dampak yang positif untuk performa sumur. Tekanan jalur produksi di beberapa sumur di Nilam yang telah bersih menurun. Dengan demikian laju produksi minyak di masing-masing sumur pun meningkat.

“Mungkin saat sub in terdapat loss, namun masih di kisaran 5 barel. Ini sangatlah kecil ketika gain yang didapat bisa jauh lebih besar. Dari Nilam didapat kelebihan produksi bisa mencapai lebih dari 600 barel minyak setiap hari,” kata Febry. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*