Anugerah BUMN 2017: Jadi Ajang Uji Kompetensi Calon Menteri

47300
Anugerah BUMN 2017: Jadi Ajang Uji Kompetensi Calon Menteri
Foto:Istimewa

indoPetroNews.com – Malam Anugerah BUMN 2017 ke-6 yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (15/9), jadi ajang uji kompetensi para calon menteri. “Pada pelaksanaan event serupa tahun lalu, beberapa CEO (Chief Executive Officer) yang berhasil masuk nominasi sebagai the best CEO BUMN 2016 kini berhasil duduk di kementerian,” kata Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2017, Tanri Abeng.

Menurut Tanri, mereka itu adalah Menteri Pariwisata Arief Yahya (mantan Dirut PT. Telkom), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan (mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (mantan Dirut Angkasa Pura II).

Menurut pemaparan Tanri, beberapa BUMN yang ikut serta pada ajang bergengsi tahun ini, tidak hanya berasal dari induk perusahaan tetapi juga anak-anak perusahaan BUMN.

“Setelah ada holdingisasi peran anak perusahaan BUMN menjadi lebih penting. Karena dapat menjadi media untuk mencari talenta di anak-anak usaha agar menjadi pemimpin di BUMN sebagai induknya,” kata mantan Menteri Pendayagunaan BUMN Kabinet Reformasi Pembangunan ini.

Menurut Dia, ini menjadi tantangan yang sangat menarik. Karena masing-masing anak usaha punya karakteristik dan challenge (tantangan) yang berbeda-beda. Ada Market Challenge (tantangan pasar), Regulatory Challenge (tantangan perundang-undangan atau aturan main), dan Political Challenge (tantangan politik).

Dalam menjaga dinamika semua tantangan itulah, kata Tanri, BUMN cukup sulit dikelola. “Apabila seorang CEO berhasil menghadapi tantangan ini, posisi menteri menjadi sudah tidak jadi masalah. Banyak teman-teman yang berhasil memimpin BUMN besar dan di kementerian juga memiliki prestasi yang bagus. Jadi di BUMN inilah uji kompetensi menteri sesungguhnya,” terang Tanri.

Oleh karena itu, dalam penjelasan Tanri, pada penghargaan BUMN kali ini, ada 5 kategori yang dinilai; di antaranya Pertama, Tata Kelola; Kedua, Pengembangan SDM; Ketiga, Transformasi; Keempat, Strategi; dan Kelima, Kinerja Keuangan. Sedangkan untuk kriteria CEO terbaik, terdapat 4 hal yang dinilai; Pertama, Bagaimana mengembangkan efiesiensi; Kedua, Strategy yang digunakan; Ketiga, Model eksekusi yang dilakukan; dan Keempat, Upaya men-development talent.

“It is more simple tapi lebih fokus baik kategorisasi CEO nya maupun BUMN-nya”, jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang hadir memberikan sambutan mengatakan, tantangan politik dalam memimpin BUMN kadang sangat sulit tapi kita harus mampu menyelesaikannya.

“Pertumbuhan bisnis yang terjadi saat ini, Indonesia telah mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Pertumbuhan dinilai telah baik dan inflasi terjadi juga rendah, sehingga hal ini bisa membuka peluang investasi lebih besar lagi. Ini tentu akan menjadi tantangan BUMN ke depan untuk bekerja lebih baik lagi, “ katanya.

“Selamat kepada para pemenang Anugerah BUMN dan CEO 2017 terbaik kali ini,” tambahnya.

Menurut Ahmed Kurnia, Pemimpin Umum Majalah BUMN Track, pada pelaksanaan kali ini, proses penjurian berlangsung tiga tahap yaitu seleksi kuesioner, pendalaman materi kuesioner dan wawancara CEO. Dari 103 peserta, sebanyak 73 BUMN dan anak usaha BUMN lolos tahap kedua dan 45 CEO mengikuti tahap final penjurian.

“Anugerah BUMN 2017 yang digelar majalah BUMN Track ini merupakan ajang untuk mengapresiasi kontribusi BUMN yang telah menunjukkan kinerja unggul serta mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” katanya.

Wakil Pemimpin Umum BUMN Track Ervik Ari Susanto kepada indoPetro mengatakan, “Ajang Anugerah BUMN ini telah menjadi ajang bergengsi di lingkungan BUMN. Tentu ini menjadi tantangan bagi kami untuk meningkatkan pelaksanaannya di tahun-tahun mendatang. Tidak hanya dari sisi jumlah, seperti tahun ini yang peningkatannya cukup signifikan, tetapi juga dari sisi spektrum penilaian dan jenis BUMN yang ikut berpartisipasi, “ katanya.

Beberapa nama pemenang Anugerah BUMN 2017 yang diumumkan, di antaranya: CEO BUMN Terbaik kategori Strategic diraih Bambang Eka Cahyana (Direktur Utama Pelindo I); CEO BUMN kategori Eksekutor diraih Arviyan Arifin (Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam); CEO Terbaik kategori Developing Talent diraih Maryono (Direktur Utama BTN); dan CEO BUMN Terbaik pertama untuk kategori Visioner diraih Massa Manik (Direktur Utama Pertamina).

Adakah di antara para pemenang kategori bakal diangkat jadi menteri, seperti tahun sebelumnya? Kita tunggu saja. (Kusye).

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*