Indonesia Bisa Operasikan Kapal LNG, Tanpa Tergantung Singapura

28500
Menteri Jonan: 2019, 20.000 MW Pembangkit Listrik Siap Operasi
Foto : fokusbisnis.com

indoPetroNews- Penandantanganan Heads of Agreement (HoA) yang dilakukan PT PLN dengan Keppel Offshore dan Pavilion Energy Singapore mendapat respon keras dan tajam dari berbagai pihak. Diantaranya dari Yogi ex Project Manager Conoco Indonesia.

“Rasanya kasihan mereka karena kebodohannya mereka tidak tahu bahwa kita sedang mengoperasikan Kapal-Kapal LNG kapasitas besar. PT. Humpuss, PT. Trada Maritime, PT. Berlian Laju Tanker, PT. Samudra  Indonesia, dan PT. Meratus. Mereka mengoperasikan Kapal-Kapal LNG didalam dan keluar negeri,” kata Yogi, yang  pada 1998 membangun pipa bawah laut dari Natuna ke Singapore sepanjang 650 km  kepada sejumlah media, Kamis (14/9/2017) di Jakarta.

Menurut tenaga ahli di BPMigas pada 2002 – 2012, sebenarnya PT. PAL sudah mengadakan kerjasama dengan GTT Perancis untuk membangun Kapal
LNG ukuran Kecil. “Galangan Kapal Korea juga siap bekerja sama dengan Galangan Kapal di dalam negeri untuk membangun Kapal LNG. Kalau PLN dan Pertamina perlu Kapal LNG, kita bisa mengadakannya. Kalau mereka tidak punya duit, banyak investor yang berminat untuk investasi ini. So What,” tandas Yogi yang pernah menjadi counterpart POD Blok Masela.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, HoA antara PLN dengan Pavilion dan Keppel secara langsung telah mengabaikan peran BUMN lainnya, seperti PT Pertamina (Persero) maupun PT PGN Tbk (Persero).

“Ini sama saja PLN tidak percaya kepada Pertamina dan PGN dalam menyediakan infrastruktur LNG. PLN lebih percaya kepada perusahaan asing sekelas trader yang tidak memiliki sumber gas. Sungguh ironis,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*