Menteri Energi Arab Saudi Lobi Pemangkasan Output Minyak

Menteri Energi Arab Saudi Lobi Pemangkasan Output Minyak
Foto : bisnis.com

indoPetroNews-  Masih fluktuatifnya harga minyak di pasar dunia makin membuat negara-negara Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi, tidak nyaman. Meski sebelumnya telah ada  kesepakatan  pemangkasan output hingga Maret 2018  untuk mendongkrak harga, tetapi pada Senin (11/9/2017)  dikabarkan bahwa Menteri Energi Arab Saudi, Khalid Al-Falih, melakukan negosiasi perpanjangan hingga Juni 2018, menjelang rapat OPEC berikutnya di bulan November 2017.

“Kedua negara setuju bahwa pilihan untuk memperpanjang upaya penyeimbangan pasar kembali secara sukarela, hingga lebih dari kuartal pertama 2018, akan dipertimbangkan sesuai dengan fundamental pasar,”  demikian pernyataan Kementerian Energi Saudi mengenai pertemuan antara Al-Falih dengan Menteri Energi Kazakhstan Kanat Bozumbayev.

Diskusi Al-Falih dengan Menteri Energi Venezuela, Eulogio Del Pino, pun membuahkan hasil serupa.

Diketahui bahwa OPEC dan sejumlah negara produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, telah setuju mengurangi output sebanyak 1.8 juta barel per hari (bph) hingga Maret 2018 guna menyusutkan inventori minyak global dan mendongkrak harga.

Namun, meski kesepakatan itu berhasil melonjakkan harga minyak ke $58 per barel di bulan Januari, tetapi kini sudah melorot lagi ke kisaran $50-$54 per barel. Inventori minyak global (jumlah minyak bumi yang sudah ditambang tetapi belum diolah dan disimpan di tanki-tanki penyimpanan) pun masih berada di level tinggi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*