Indonesia Masih Bergantung pada Energi Fosil

8900
BBM Satu Harga Sudah Diterapkan di 26 Wilayah
Foto : merdeka.com

indoPetroNews- Indonesia, negara yang memiliki keragaman energi. Namun tidak dipungkiri, ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil masih tinggi. Di sisi lain, akhir-akhir ini produksi migas Indonesia menunjukkan penurunan. Demikian diungkapkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ego Syahrial ketika membuka acara Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017, Senin (11/9/2017) di Jakarta.

Untuk meningkatkan ketahanan energi, kata Ego, pemerintah telah melakukan berbagai upaya, yaitu meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (Migas), peningkatan kapasitas infrastruktur dan pengembangan migas non konvensional. Di sisi pengelolaan permintaan, dilakukan pengurangan subsidi bahan bakar serta program diversifikasi energi.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peningkatan pertumbuhan penduduk serta menurunnya cadangan energi Indonesia, menyebabkan Indonesia membutuhkan sumber energi baru di masa depan. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mendorong perusahaan nasional untuk memperluas bisnisnya ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Acara Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017 yang  berlangsung pada 11-20 September ini diikuti 24 peserta dari 15 negara.

Negara-negara peserta Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program 2017 adalah Aljazair, Bangladesh, Belarus, Kamboja, Iran, Jepang, Yordania, Korea Selatan, Meksiko, Mozambik, Rusia, Sudan, Thailand, Timor Leste dan Venezuela. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*