Kejar Lifting 20.000 barel Petronas Optimalkan Blok Ketapang

191500
Kejar Lifting 20.000 barel Petronas Optimalkan Blok Ketapang
foto:istimewa

Kejar Lifting 20.000 barel Petronas Optimalkan Blok Ketapang

indopetroNews.com – Petroliam Nasional Berhad (Petronas), perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Malaysia terus meningkatkan kinerja produksinya. Perusahaan yang disebut-sebut menduduki peringkat ke-8 dari sisi produksi minyaknya di Indonesia ini, kini tengah menyiapkan dua pengeboran sumur pengembangan untuk produksi di Lapangan Bukit Tua Blok Ketapang dan satu pengeboran eksplorasi untuk mencari cadangan migas baru di Blok North Madura II.

“Di Lapangan Bukit Tua, kami komitmen untuk meningkatkan produksi lagi hingga 4000 barel per hari (bpd), yang sebelumnya sudah mencapai sekitar 15.000 bpd. Jadi bila dari lapangan ini optimum berproduksi, lifting kita bisa mencapai 19.000-20.000 bpd,” kata Senior Manager Corporate Affairs & Administration Petronas, Andiono Setiawan kepada indoPetroNews.com, Rabu (6/9/17) di Jakarta.

Menurut Andiono, di Blok Ketapang, bukan hanya minyak yang diproduksikan, tetapi juga gas. Hingga saat ini gas yang diproduksikan telah mencapai 30 Million Standard Cubic Feet per Day (mmscfd) gas. “Untuk gas harapannya, peak production (produksi puncak) bisa mencapai 50 mmscfd, sesuai rencana. Doakan saja prosesnya biar lancar,” katanya sembari menambahkan proses eksplorasi North Madura II dilakukan Oktober ini dan untuk pengeboran produksi rig sudah bergerak ke lokasi sejak 3 September 2017 kemarin.

Andiono menjelaskan, gas yang berada di Lapangan Bukit Tua dijual ke PT PLN melalui Petrogas Jatim Utama (PJU). PJU adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim). “PJU ini untuk mengantarkan gas ke PLN,” katanya.

Saat ini di Jawa Timur, Petronas memiliki 2 (dua) Wilayah Kerja (WK), Blok Ketapang di Sampang Utara, Pulau Madura, yaitu Lapangan Bukit Tua dan Petronas Carigali North Madura 2 (PCNM 2). Posisi Lapangan Bukit Tua berada di atas Pulau Madura. Kurang lebih 40 Kilometer (km) dari tepi pantai Sampang. Sedangkan PCNM 2 lokasinya berada agak ke timur (Sampang).

Diketahui, Blok Ketapang mulai berproduksi pada 17 Mei 2015. Blok ini efektif beroperasi sejak ditandatangani sesuai kontrak Production Sharing Contract (PSC) dengan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) per 11 Juni 1998 dan berakhir pada 10 Juni 2028. Hak pengelolaan blok ini di antaranya dimiliki Petronas sebanyak 80 persen dan sisanya PT Saka Ketapang Perdana, anak perusahaan PT Saka Energi. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*