Harga Minyak Fluktuatif, Arab Saudi Berlakukan Pajak Ekspatriat

Harga Minyak Fluktuatif, Arab Saudi Berlakukan Pajak Ekspatriat
Foto : bisnisindonesia.com

Harga Minyak Fluktuatif, Arab Saudi Berlakukan Pajak Ekspatriat

indoPetroNews- Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat ini tidak lagi mengandalkan minyak sebagai komponen utama pemasukan negara. Negeri ini tengah berusaha untuk mencari penghasilan lain selain minyak. Apa saja regulasi alternatifnya?

Salah satunya melalui pemberlakukan seratus riyal sebulan terhadap setiap orang menjadi tanggungan ekspatriat. Menurut sebuah laporan dipersiapkan oleh Banque Saudi Fransi. Hingga 2020 bakal ada sekitar 670 ribu pekerja asing meninggalkan Arab Saudi.

Menurut laporan tersebut, setiap tahun diperkirakan sebanyak 165 ribu ekspatriat akan hengkang dari negara Arab Saudi. Demikian dilansir oleh surat kabar Mecca, pada Senin (5/9/2017). Situasi semacam itu terjadi lantaran mulai Juli tahun ini pemerintah Arab Saudi memberlakukan pajak seratus riyal sebulan terhadap tiap orang menjadi tanggungan ekspatriat. 

Pajak bagi tanggungan ekspatriat ini berlaku terhadap istri, anak, sopir, atau pembantu dari pekerja asing ikut tinggal di Arab Saudi. Dengan penerapan pajak baru tersebut, negara Dua Kota Suci tersebut diprediksi bakal meraup pendapatan US$ 20 miliar dalam tiga tahun ke depan. 

Saat ini terdapat 11, 7 juta warga negara asing di Arab Saudi, terdiri dari 7,4 juta ekspatriat dan 4,3 juta tanggungan. 

Sebagai catatan, pemerintah Arab Saud memberlakukan kebijakan reformasi ekonomi yang dibungkus dalam paket Visi 2030. Kebijakan baru ini diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman pada tahun silam. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*