5 Pesan Menteri ESDM untuk Proyek  Tanjung Jati B (Jawa-4)

indoPetroNews.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyampaikan 5 pesan penting saat meresmikan proyek pembangunan/perluasan Tanjung Jati B (Jawa-4), sekaligus Peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2×1.000 Megawatt (MW), Kamis (31/8/2017) di Desa Tubanan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara  Provinsi Jawa Tengah.

Pesan penting yang dikemukakan Jonan, Pertama,  proyek pembangkit listrik harus memperhatikan konten lokal dan pemberdayaan masyarakat sekitar. “Ini agar ada multiplier effect baik secara ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Kedua adalah soal lingkungan. “Amdalnya harus diperhatikan,” kata mantan Menhub ini. Ketiga, proyek ini harus mengurangi gangguan pasokan. Karena bagaimana pun listrik harus terus mengalir berkesinambungan. Keempat,  tarifnya cukup 5,3 sen per Kwh. Kelima, industri harus menjaga hubungan dengan pemerintahan setempat. Baik dengan provinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga aparat desa maupun TNI.

Menurut Jonan, pembangkit listrik yang diresmikan, diharapkan bisa memberikan kontribusi penguatan daya listrik sistem interkoneksi Jawa-Bali dan akan terhubung ke saluran transmisi 500 kV Tanjung Jati-Tx Ungaran.

Tidak hanya itu, PLTU Jawa-4 diharapkan dapat menambah dan semakin memperkuat sistem kelistrikan di Jawa-Bali. Dengan adanya penambahan pasokan listrik, maka kebutuhan listrik masyarakat, baik untuk sehari-hari maupun untuk kebutuhan industri akan terpenuhi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin, mengatakan pembangunan PLTU Jawa-4 ini akan memenuhi kebutuhan daya listrik yang terus bertambah di Jawa-Bali ke depannya.

Pasokan listrik yang dihasilkan nantinya diharapkan bisa mendorong minat investor untuk terus membangun industri terutama Jawa dan Bali, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi warga,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa PLN terus berupaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi Indonesia dengan tetap memperhatikan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan.

Realisasinya, PLTU Jawa-4 dibangun dengan menggunakan teknologi terbaru yaitu ultra-super-critical (USC). Teknologi ini beroperasi pada tekanan dan suhu di atas titik kritis air, di mana fase gas dan cair dalam keseimbangan sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi.

Menurut Amir, pembangkit listrik dengan teknologi USC ini memliki efisiensi sekitar 8-10 persen dibandingkan pembangkit listrik berbasis batubara lainnya, yang membutuhkan konsumsi batubara lebih sedikit dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah, sehingga lebih ramah lingkungan.

PLTU Jawa-4 merupakan bagian dari program 35.000 MW dengan skema Independent Power Producer (IPP). Dibangun di atas lahan seluas 77,4 ha, proyek ini ditargetkan akan rampung dalam kurun waktu sekitar 50–54 bulan yang dimulai sejak April 2017. Diperkirakan dapat beroperasi pada Mei 2021 dan September 2021.

Sebagai catatan, proyek pembangkit listrik ini dikelola oleh konsorsium PT Bhumi Jati Power (BJP), yang terdiri dari Sumitomo Corporation (50 persen saham), PT United Tractors Tbk (25 persen saham), dan The Kansai Electric Power Co., Inc. (25 persen saham).

Pembangunan PLTU Jawa 4 ini menggunakan skema BOT (build, operate and transfer) dengan jangka waktu 25 tahun sejak commercial operation date (COD). Proyek ini menelan biaya investasi sekitar US$4,2 miliar dengan sumber pembiayaan dari project financing, di mana sebagian dananya berasal dari penyertaan modal yang disetorkan oleh perusahaan sponsor dan selebihnya berasal dari pinjaman dari para kreditur.

Pembiayaan proyek didanai melalui pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) dan sindikasi tujuh bank komersial, yaitu Mizuho Bank, Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd., Sumitomo Mitsui Trust Bank, Limited, Mitsubishi UFJ Trust and Banking Corporation, The Norinchukin Bank, dan Singapore’s Oversea-Chinese Banking Corporation Limited yang dijamin oleh NEXI Overseas Investment Insurance.

“Keterlibatan kami dalam pembangunan proyek perluasan Tanjung Jati B (PLTU Jawa-4) ini diharapkan dapat membantu Pemerintah Indonesia meningkatkan ketersediaan listrik nasional. Melalui pembangunan infrastruktur energi, kami berharap dapat memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran Indonesia,” ujar President Director PT Bhumi Jati Power, Satoshi Matsui. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*