Memprihatinkan, Rencana Impor LNG dari Singapura

68200
Petronas Kirim Kargo LNG Pertama ke S-Oil Korsel
Foto : linkedin.com

Memprihatinkan, Rencana Impor LNG dari Singapura

 

indoPetroNews– Rencana pemerintah untuk mengimpor Liquefied Natural Gas (LNG) dari Singapura mendapat reaksi keras dari berbagai pihak. Salah satunya dari Serikat Pekerja PT PLN.

“Ini (rencana impor LNG) agak memprihatinkan. Pak Luhut, Menko Kemaritiman, merencanakan impor LNG. Mosok kita mengekspor gas alam ke Singapura dalam bentuk gas pipa, kemudian gas alam itu balik lagi ke Indonesia dalam bentuk LNG,” kata Jumadis Abda, Ketua Umum SP PLN kepada wartawan, Senin (28/8/2017) di Jakarta. Konon, harga LNG dari Singapura lebih murah 3,8 USD per MMBtu.

Jumadis mempertanyakan, apakah harganya bisa semurah itu. “Kita enggak yakin. Kalau sudah di-LNG-kan lagi pasti lebih mahal dari gas alam yang kita kirimkan ke Singapura. Pasti dia ngambil untung lagi disitu,” tandasnya.

Rasa-rasanya, ungkap Jumadis, kalau Singapura sudah kelebihan gas alam, yang notabe diperoleh dari Indonesia, maka pihaknya meminta pemerintah JKW-JK untuk menghentikan ekspor gas alam ke Singapura.

Dia menuturkan bahwa volume gas alam yang dibawa ke Singapura cukup besar. “Ada 700 MMCFSD. Jumlah tersebut cukup untuk dijadikan pembangkit listrik berkapasitas 3.500 MW. Dan ini pasti membawa akibat harga listrik akan lebih murah,” ungkap Jumadis.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, mempertimbangkan tawaran LNG dari perusahaan asal Singapura, Keppel Offshore and Marine. Perusahaan tersebut menawarkan LNG dengan harga murah, sekitar US$ 3,8/MMBtu.

“Kita impor dari mana saja kan boleh kalau murah. Mereka tawarkan lebih murah. Kalau enggak keliru US$ 3,8/MMBTU,” kata Luhut.

Menurut Luhut, LNG impor dengan harga murah akan menguntungkan rakyat. Biaya produksi listrik jadi lebih efisien, tarif listrik untuk masyarakat bisa lebih terjangkau.

“Kalau dia (Singapura) kasih harga menarik kita timbang dong, kan ujungnya ke harga jual ke masyarakat juga. Kalau dapat harga lebih murah bagaimana? Ngapain saya keluarin Rp 10, kalau saya bisa ngeluarin cuma Rp 8?” kata Luhut. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*