Menteri BUMN Instruksikan Bangun Akses Listrik dan BBM di Pulau Lira Maluku

75300
Menteri BUMN Instruksikan Bangun Akses Listrik dan BBM di Pulau Lira Maluku
istimewa

Menteri BUMN Instruksikan Bangun Akses Listrik dan BBM di Pulau Lira Maluku

indoPetroNews- Indonesia termasuk negara paling di dunia karena negara kepulauan. Karena itu, prioritas pembangunannya, khususnya bidang energi, dimulai dari pinggiran. Salah satu pulau terluar yang belum tersentuh oleh pemerintah adalah Pulau Lira dan Pulau Moa, Maluku Barat Daya. Di pulau ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, membangun jaringan listrik dan depo Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Di Pulau Lira dan Moa ada cool storage tapi enggak bisa nyala karena tidak ada listriknya,” kata Rini, seusai menyaksikan acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/ IPC dengan tujuh BUMN, Anak Perusahaan BUMN, dan satu Pemerintah Daerah pada Jumat (25/8/2017) di lt. 5 Gedung  Kementerian BUMN, Jakarta.

Tujuh anak perusahaan IPC ini adalah PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), PT Electronic Data Interchange Indonesia (EDII), dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI).

Adapun tujuh BUMN dan Anak Perusahaan BUMN ini adalah PT Pertamina Patra Niaga, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perum Perikanan Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Berdikari Logistik Indonesia, PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Timah Tbk (Persero) dan Pemerintah Daerah Belitung Timur, yang dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Timur.

Rini menyatakan bahwa persoalan masyarakat Pulau Lira dan Moa harus segera ditangani. “Kita minta Pertamina Patra Niaga, Pelindo II dan PLN untuk segera menyelesaikan persoalan keterbatasan energi listrik dan BBM  yang dihadapi masyarakat Pulau Lira dan Moa,” tegas Rini. Pertamina Patra Niaga bisa menambah depo-depo BBM, utamanya di bagian Timur sehingga ketersediaan BBM lebih mudah ditangani. “Supaya cost-nya tidak mahal manfaatkan lahan yang dimiliki BUMN-BUMN lain,” tandas Rini. Begitupun soal penambahan jaringan listrik.

Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah berkunjung ke Pulau Lira dan Moa. “Di sana tidak ada sambungan listrik, sambungan alat komunikasi, agen bank dan kode pos. Bahkan saat saya ke sana, karena tidak ada penginapan terpaksa tidak mandi selama 1×24 jam. Tidurnya di atas kapal dan baru mandi saat di Dili, Timor Leste,” terang Rini. Namun saat ini, setelah kunjungan, Rini menginstruksikan kepada PLN, Telkom, Pelindo II, Pertamina Patra Niaga dan PT Pos untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat di Pulau Lira dan Moa. “Inilah sinergi BUMN. Karena BUMN hadir untuk rakyat,” tandas adik kandung dari Ari Soemarno ini.

Sedangkan Elvyn G. Masassya, Direktur Utama IPC menyatakan bahwa tantangan perusahan untuk memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional akan semakin besar.

“IPC Group terus berusaha memberikan kinerja dan pelayanan publik yang lebih baik lagi, salah satunya adalah bersinergi melalui sembilan MoU yang membuktikan bahwa kita bisa bekerja keras dan gotong royong bersama guna kemajuan Bangsa dan Negara,” kata Elvyn.

Kerjasama seluruh elemen untuk berkontribusi secara konstruktif guna mencari solusi efektif membangun industri maritim maupun energi Indonesia inilah yang akan dihadirkan dalam kegiatan “Sinergi Perusahaan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN untuk Membangun Negeri”. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*