Arab Saudi Tawarkan Asing Miliki 100 Prosen Saham di Sektor Kesehatan dan Pendidikan

522000
Anjloknya Harga Minyak Dorong Arab Saudi Berlakukan UU Kepailitan
Foto : bisnisindonesia.com

Arab Saudi Tawarkan Asing Miliki 100 Prosen Saham di Sektor Kesehatan dan Pendidikan

indoPetroNews- Anjloknya harga minyak mentah di pasar dunia membuat Kerajaan Arab saudi, sebagai negara produsen minyak terbesar sejagat kelimpungan. Negeri ini pun melakukan berbagai terobosan untuk menutupi anggaran belanja negerinya.

Arab Saudi saat ini  berusaha untuk memberagamkan sumber-sumber pendapatan negara di luar minyak, setelah harga minyak mentah anjlok sejak medio 2014. Reformasi ekonomi ini, termasuk melakukan privatisasi.

Arab Saudi bakal mengizinkan seratus persen kepemilikan asing di sektor kesehatan dan pendidikan.

Ini merupakan langkah terbaru dikeluarkan pemerintah Arab Saudi untuk menggaet investasi asing karena selama ini harus bermitra dengan investor lokal.

“Kami akan membuka pusat-pusat pendidikan dengan kepemilikan asing seratus persen, bahkan dimulai dari tingkat sekolah dasar,” kata Gubernur the Saudi Arabian General Investment Authority (SAGIA) Ibrahim al-Umar, Kamis (24/8/2017).

Dia menambahkan di sektor kesehatan, Kementerian kesehatan Arab Saudi hanya akan menjadi pembuat kebijakan dan tidak lagi sebagai penyedia layanan. Dia memperkirakan aturan itu akan menggaet investasi asing hingga US$ 180 miliar dalam lima tahun.

Tapi Ibrahim tidak menyebutkan kapan kebijakan baru ini mulai berlaku. Melalui Visi 2030 diluncurkan Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman tahun lalu.

Wakil Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi April lalu menyatakan pemerintah tengah mengkaji rencana untuk menswastanisasi seluruh rumah sakit pemerintah dan 200 ribu toko farmasi. Proses ke arah itu dimulai dengan Rumah sakit Spesialis Raja Faisal.

Sedangkan Kementerian Pendidikn sudah menyewa HSBC sebagai penasihat keuangan untuk rencana memprivatisasi pembangunan dan manajemen gedung-gedung sekolah.

Sebagai catatan, SAGIA pada 2015 membuka seratus persen investasi asing di sektor perdagangan grosir serta ritel. Bulan ini, SAGIA mengumumkan membuka kepemilikan asing secara penuh untuk perusahaan-perusahaan layanan teknik.

Mengutip Bloomberg, negara produsen minyak terbesar dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tersebut memangkas produksi minyak sebesar 111.000 barrel per hari (bph) pada Maret 2017.

Dengan demikian, produksi minyak Arab Saudi mencapai 9,9 juta bph. Adapun produksi minyak Arab Saudi sempat naik menjadi 10,011 juta bph karena dilakukan pengisian kembali atas tanki-tanki penyimpanan minyaknya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*