Tawaran Impor LNG Singapura Harus Dilakukan Hati-hati

156800
Petronas Kirim Kargo LNG Pertama ke S-Oil Korsel
Foto : linkedin.com

Tawaran Impor LNG Singapura Harus Dilakukan Hati-hati

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) tengah mempertimbangkan masak-masak berkaitan dengan tawaran Liquefied Natural Gas (LNG) Singapura. “Kita pertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan untuk membuka atau menolak impor gas,” kata Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar kepada wartawan, Kamis (24/8/2017) di Jakarta. Keputusan harus diambil dengan hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif.

Saat ini evaluasi sedang dilakukan. “Semua yang berkaitan dengan tawaran impor kita evaluasi dengan hati-hati,” ucapnya.

Seperti diketahui,  Keppel Offshore and Marine, perusahaan asal Singapura, menawarkan pasokan gas alam cair (LNG)  kepada pemerintah Indonesia. Tawaran tersebut telah disampaikan langsung kepada Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan.

Arcandra mengatakan bahwa pihaknya telah memanggil pihak perusahaan Singapura tersebut. “Mereka minta ketemu lagi. Sekarang lagi kita evaluasi. Mereka lagi mengusulkan, kita lagi evaluasi,” kata Arcandra.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 45 Tahun 2017 (Permen ESDM 45/2017) tentang Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik, impor gas baru dibolehkan apabila tidak ada pasokan gas dari dalam negeri yang harganya di bawah 14,5% Indonesian Crude Price (ICP).

Bila masih ada gas lokal yang di bawah 14,5% ICP, impor tidak diizinkan. Harga gas impor pun tidak boleh lebih dari 14,5% ICP sampai di pembangkit listrik.

Dengan harga minyak sekarang di kisaran US$ 50/barel, maka opsi impor baru dibuka kalau pembangkit listrik tidak bisa mendapat gas dari dalam negeri dengan harga di bawah US$ 7,25/MMBTU. Lalu kalau pilih gas impor, harganya harus di bawah US$ 7,25/MMBTU sampai di pembangkit listrik. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*