Konversi Energi Jadi Concern Industri Semen Dalam Negeri

158500
Konversi Energi Jadi Concern Industri Semen Dalam Negeri

Konversi Energi Jadi Concern Industri Semen Dalam Negeri

 

indoPetroNews- Masalah energi menjadi salah satu bahasan di dalam perhelatan Konferensi  Industri Semen Internasional yang bakal digelar September mendatang di Jakarta.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) berkomitmen selain mendukung program pembangunan infrastruktur yang kini menjadi andalan pemerintah juga concern terhadap penurunan gas rumah kaca atau CO2 sesuai kesepakatan Paris.

Seperti diketahui, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan gas rumah  kaca atau CO2.  Target yang ditetapkan mencapai 29% hingga tahun 2030.

Menurut Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia pabrik semen menggunakan energi panas dan listrik sebagai bahan bakarnya. “Setiap pabrik semen menggunakan 2 – 6% bahan bakar non fosil,” kata Widodo Santoso, Ketua Asosiasi Semen Indonesia kepada sejumlah media, Kamis (24/8/2017) di Jakarta.

Oleh sebab itu, pihaknya juga menggunakan sekam padi untuk bahan bakar. Namun hal itu dilakukan pabrik-pabrik semen yang dekat dengan areal daerah persawahan, seperti di Jawa Timur.

Selain menggunakan sekam, pihaknya juga aktif dalam pengelolaan sampah untuk industri semen. “Tapi agak lambat karena membutuhkan pengelolaan yang komprehensif. Sampah tidak bisa langsung dibakar. Selain masih bercampur-campur, misalnya dengan kulit pisang dan lain sebagainya,” ungkap Widodo. Di samping itu, kandungan air dalam sampah pun cukup tinggi hingga mencapai 50% karena harus dikeringkan terlebih dulu, dicacah untuk kemudian dimanfaatkan untuk pembakaran di industri semen.

Dia juga memaparkan bahwa tidak lama lagi akan terbit Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian terkait sampah sebagai bahan bakar untuk industri semen.

Dia juga menjelaskan bahwa industri semen diuntungkan dengan turunnya harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah saat ini berkisar 48 USD per barel. “Ini juga menurunkan harga batubara yang menjadi sumber pembakaran dalam industri semen,” ucapnya.

Sedangkan Matthew Owen, Conference Producer menjelaskan bahwa ajang Konferensi Industri Semen Internasional yang bakal digelar pada 11 – 13 September 2017 di Jakarta, salah satu topik bahasannya mengenai energi. “Energi juga akan dibahas dalam konfrensi, selain teknologi dan dampak lingkungan,” kata Owen.

Acara konferensi ini sebenarnya menjadi kegiatan rutin setiap 3 atau 4 tahunan. Menurut rencana konferensi ini akan dihadiri 300 peserta dari 35 negara. Intercem Asia, sebagai penyelenggara juga pernah mengadakan event serupa pada 2007 di Jakarta. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*