Pagu Anggaran KESDM 2018 Capai Rp6,5 Triliun

111600
ESDM Minta OJK Biayai 46 Proyek EBT yang Mangkrak
katadata.co.id

Pagu Anggaran  KESDM 2018 Capai Rp6,5 Triliun

 

indoPetroNews- Anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2018 diagendakan mencapai Rp6,5 triliun. Namun lebih dari 50% akan dialokasikan untuk program-program yang langsung bersentuhan dengan kepentingan rakyat.

Menurut Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, dari pagu anggaran Rp6,5 triliun, lebih dari 50% akan dialokasikan untuk program-program kepentingan rakyat.

“Yang ingin saya kemukakan, dari pagu anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp6,5 triliun, yang kami usulkan di tahun 2018, lebih dari 50% untuk belanja modal yg berkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ini pertama kali Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran lebih dari 50% untuk belanja modal untuk kesejahteraan masyarakat langsung,” kata Menteri Jonan, Selasa (22/8/2017) di Jakarta.

Jonan juga menjelaskan, program-program yang bersentuhan langsung dengan peningkatan kemakmuran rakyat antara lain, pembangunan sarana air bersih untuk masyarakat sulit air dan tertinggal, pemberian konverter kit untuk nelayan, pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga dan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terpusat maupun tidak.

“Ini pertama kali Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran lebih dari 50% untuk belanja modal, untuk kesejahteraan masyarakat langsung, misal untuk sumur bor, konverter kit, jaringan gas kota, lalu juga misalnya pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) misal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat atau yang tidak terpusat, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), itu kira-kira lebih dari 50%”, jelas Jonan.

Pembahasan final untuk menentukan besaran volume BBM bersubsidi, minyak tanah, minyak solar (gasoil 48), volume LPG 3 Kg dan subsidi listrik selanjutnya akan dilakukan dengan Komisi VII dan Badan Anggaran DPR RI.

“Khusus untuk volume BBM bersubsidi dan minyak tanah tidak banyak berubah dibanding 2017, minyak solar juga kurang lebih sama, antara 14 hingga 15 juta kiloliter, LPG itu sekitar 7 juta ton, subsidi tetap untuk minyak solar atau gasoil 48 itu juga sekitar Rp 500 sampai Rp 1.000, subsidi listrik juga kurang lebih Rp 52 sampai 56 triliun,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*