Kunjungan Jonan ke AS Tidak Berkaitan Penaikan Harga Gas ConocoPhillips

55300
KESDM Jajaki Pengembangan Energi Arus Laut
Foto : katadata.co.id

Kunjungan Jonan ke AS Tidak Berkaitan Penaikan Harga Gas ConocoPhillips

 

indoPetroNews- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa perubahan (penaikan) harga jual gas Lapangan Grissik, Blok Koridor yang dioperatori  ConocoPhillips Indonesia Grissik Ltd (CPGL) di Sumatra Selatan untuk PT Perusahaan Gas Negara (PGN) prosesnya telah berjalan lama. Bahkan tidak ada sangkut-pautnya dengan lawatan Menteri ESDM Ignasius Jonan ke pimpinan Conocophillips di Amerika Serikat (AS).

“Perubahan harga tersebut, prosesnya telah berjalan sejak tahun 2012, dan telah melalui proses B to B juga. Jadi tidak ada kaitannya dengan kunjungan Menteri ESDM ke AS beberapa waktu yg lalu,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama pada Sekretariat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana kepada indopetronews.com Senin petang (21/8/2017) di Jakarta.

Walaupun demikian, Dadan mengakui harga ConocoPhillips Indonesia sebesar US$ 2,6 per MMBTU memang relatif rendah dibandingkan kontrak gas lainnya dengan sumber gas yang sama.

“Tapi itu juga telah melalui proses B to B yang wajar untuk menjaga fairness di sisi supply. Harga di sisi hilir atau harga jual dari PGN ke konsumen listrik dan industri masih dalam range sekitar US$ 3,3 – 5,7 per MMBTU sebagaimana ketetapan Menteri ESDM. Sehingga Marjin di sisi hilir tetap baik dan optimal,” ujar Dadan.

Yang penting,  lanjut Dadan, harga di sisi konsumen tidak naik, bagian dari paradigma energi sebagai modal pembangunan. “Dan dari sisi penerimaan negara juga terjadi peningkatan,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif IRRES Marwan Batubara, meminta KPK untuk mengusut penaikan harga jual gas kepada ConocoPhillips Indonesia. “KPK harus mengusut. Jangan-jangan ada suap-menyuap. Kita tidak menuduh tapi ConocoPhillips bisa saja menyuap agar harga gas bisa naik,” tegas Marwan kepada sejumlah media, Jumat (18/8/2017) di Jakarta. Karena biasanya pembangunan satu lapangan (migas) itu sudah menghitung IRR  untuk jangka panjang. Misalnya hingga 20 tahun.

Artinya, lanjut Marwan, hal tersebut tidak berubah sekian lama kecuali ada hal yang signifikan ditengah jalan untuk membuat harga ditinjau ulang.

Justru saat ini, kata Marwan, harga gas dunia sedang turun. “Kok malah Menteri Jonan meng-entertainment orang asing,” katanya. Marwan tidak menampik bahwa penaikan harga gas bagi ConocoPhillips juga meningkatkan pendapatan negara tetapi pihak asing seperti mendapat durian runtuh.

Marwan juga tidak habis pikir bagaimana seorang Menteri ESDM menyambangi negara kontraktor migas. “Kita yang punya barang kok! Mereka yang seharusnya datang. Sudah mendatangi, juga memberikan kenaikan harga. Kita ingin KPK mengusut. Ada apa ini Jonan,” tandas Marwan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*