Kontrak Hedging USD30 Juta 3 Bank BUMN Diteken PLN

215900
Pelanggan PLN Bebas Ikut  Penyederhanaan Golongan Tarif
Foto : sindonews.com

Kontrak Hedging USD30 Juta 3 Bank BUMN Diteken PLN

 

indoPetroNews- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menandatangani kontrak hedging (lindung nilai) senilai 30 juta dolar AS dengan tiga bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun ketiga bank tersebut adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Transaksi hedging ini dilakukan menggunakan produk call spread option, yaitu produk hedging terbaru yang dikeluarkan BI (Bank Indonesia),” kata Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Jakarta (21/8/17).

Call spread option merupakan gabungan dari dua FX option, yaitu buy call option dan sell call option yang dilakukan secara simultan dalam satu kontrak transaksi, dengan nominal yang sama namun dua strike price yang berbeda.

Sampai saat ini, terdapat enam bank yang memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan transaksi call spread option valas terhadap rupiah yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, Standard Chartered Bank, CIMB Niaga, dan Bank UOB Indonesia.

“Supaya lebih murah, call spread ini yang ditandatangani ada dua transaksi. Di satu sisi perusahaan BUMN membeli call spread atau membayar premi, dan di sisi lain dengan suatu jangka waktu tertentu kemudian bisa menjual call spread,” katanya.

Disebutkan PLN sudah dua tahun terakhir melakukan transaksi hedging. Namun, untuk kali ini yang diteken untuk produk hedging call spread dengan nilai USD30 juta untuk tahap pertama.

“Penandatanganan kontrak hedging hari ini adalah untuk produk hedging baru (call spread) dengan biaya premi yang jauh lebih efisien dibandingkan produk forward dan swap,” kata Direktur Eksekutif Pendalaman Pasar Keuangan BI, Nanang Hendarsah, dalam kesempatan yang sama. (Gadih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*