Delapan Capaian Sektor Migas Semester I 2017

46400
Delapan Capaian Sektor Migas Semester I 2017
istimewa

Delapan Capaian Sektor Migas Semester I  2017

 

indoPetroNews- Berbagai upaya dan terobosan telah dilakukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) untuk meningkatkan produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas). Apa saja capaiannya setelah satu  semester  tahun 2017?

Capaian kinerja sub sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) pada semester I tahun 2017, yaitu antara lain; pertama, realisasi lifting minyak bumi sebesar 802 ribu Barrel Oil Per Day (BOPD). Sementara gas bumi mencapai 1.131 ribu Barrel Oil Equivalent per Day (BOEPD). Hingga Mei 2017, sebanyak 3.907 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) atau 60,4% gas dimanfaatkan untuk alokasi domestik.

Kedua, pemerintah juga membangun pipa gas sepanjang 10.425,26 KM dan menambah pembangunan Jaringan Gas (Jargas) yang ditargetkan sebesar 59.809 Sambungan Rumah Tangga (SR) untuk mewujudkan komitmen pelaksanaan konversi energi.

Ketiga, terdapat pengalihan subsidi ke sektor produktif menjadi perhatiaan serius bagi pemerintah. Untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) alokasi subsidi sebanyak 7,15 juta kilo liter dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) sebesar 3,10 metrik ton.

Keempat, untuk  meningkatkan cadangan migas, pemerintah menetapkan 10 wilayah kerja (WK) migas pada semester I/2017, diantaranya 1 WK Lapangan Kinantu/ WK Pasir berstatus Plan of Development (POD) dan 9 WK perpanjangan atau alih kelola, yaitu Tuban Ogan Komering, South East Sumatera, NSO, Tengah, East Kalimantan, Attaka, Jambi Merang dan Sanga-Sanga.

Kelima, untuk merealisasikan Participating Interest (10%) sudah ditawarkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk WK Mahakam dan Pemerintah Provinsis DKI Jakarta dan Jawa Barat untuk WK Offshore North West Java (ONWJ).

Keenam, saat ini, Kementerian ESDM telah memiliki 6 kilang dengan total kapasitas 1.169 ribu barel per hari. Kapasitas ini sudah memenuhi target hingga akhir tahun 2017. Dua kilang melalui proyek Grass Root Refinery (Kilang Minyak Bontang dan Tuban) dan empat proyek Refinery Development Master Plan (Balikpapan, Cilacap, Dumai, Balongan).

Ketujuh, pemerintah juga telah menyusun peta jalan (roadmap) BBM Satu Harga. Setelah melakukan identifikasi pada tahun 2016, Kementerian ESDM menargetkan 54 titik lembaga penyalur dan sebanyak 21 titik sudah beroperasi hingga 30 Juni 2017.

Kedelapan, demi menjaga iklim investasi di sektor hulu migas, pemerintah saat ini tengah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 2017 untuk merevisi PP Nomor 79 Tahun 2010 tentang Biaya Operasi yang Dapat Dikembalikan dan Perlakuan Pajak Penghasilan di Bidang Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Kontrak Bagi  Hasil Gross Split, Permen ESDM No. 26 Tahun 2017 tentang Mekanisme Pengembalian Investasi Pada Kegiatan Usaha Hulu Migas, Permen ESDM Nomor 29 Tahun 2017 tentang Perizinan Pada Kegiatan Usaha Minyak dan Bumi, dan Permen ESDM Nomor 32 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan dan Harga Jual Gas Suar Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Sebagai catatan, paparan capaian KESDM tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, yang juga didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), perwakilan dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Kegiatan Usaha Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi/BPH Migas). Selain itu dihadiri pula oleh perwakilan dari PT Pertamina dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Acara penyampaian paparan tersebut dilaksanakan Selasa (8/8/2017) di Ruang Sarullah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*