Kapal Geomarin III ‘Cikal- bakal’ Terjadinya WK Migas

116300
Dirjen Migas Tetapkan Ron 98 Dipasarkan di Dalam Negeri
Foto : ogindonesia.com

Kapal Geomarin III ‘Cikal- bakal’ Terjadinya WK Migas

 

indoPetroNews- Kegiatan utama Kapal Riset Geomarin III milik Badan Litbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) salah satunya adalah melakukan survei sesuai kebutuhan industri minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air. Melalui kerja sama dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hasil survei tersebut selanjutnya akan disiapkan untuk wilayah kerja (WK) Migas di Ditjen Migas kementerian ESDM. Dengan ungkapan lain, hulu dari WK Migas adalah survei dan pemetaan potensi migas.

“Kapal ini tujuannya mencari ‘rumah’ di mana ada lokasi minyak, tapi soal isinya, nanti itu berupa WK Migas yang akan ditawarkan kepada investor. Investor yang harus melakukan eksplorasi. Kapal (Geomarin III) ini adalah ‘cikal bakal’ terjadinya WK Migas yang dilelang oleh Ditjen Migas,” kata Dirjen Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial kepada wartawan, Selasa (8/8/2017) di Jakarta.

Sebelumnya, Deputi Pengendalian Pengadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto, menilai peran Kapal Geomarin III juga cukup besar, terutama saat WK Migas yang dilelang sudah mendapatkan pemenang . Sebagai catatan, setelah berkontrak dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) Migas wajib melakukan survei seismik. Dalam Pedoman Tata Kerja Nomor 007 Buku Kedua Revisi 04 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PTK007 Revisi 04) disebutkan bahwa SKK Migas dapat melakukan penunjukkan langsung bagi instansi pemerintah untuk melakukan survei seismik.

“Setelah WK dilelang, ada pemenang lelang, Kontraktor KKS berkontrak dengan SKK Migas. Dalam kontrak ada komitmen eksplorasi pasti ada kegiatan seismik, wajib melakukan seismik sekian kilo meter. Inilah peran kapal (Geomarin III) ini, bisa digunakan untuk melakukan seismik. Selama ini Kontraktor KKS dalam pengadaan seismiknya dilakukan dengan lelang, ternyata ESDM punya kapal sebagus ini. Tadi disampaikan bahwa Litbang didorong untuk Badan Layanan Umum (BLU). Kami di SKK Migas telah membuat regulasi baru PTK 007 revisi empat, untuk instansi Pemerintah bisa kita tunjuk langsung. Ini kesempatan kerja sama antara SKK dengan Badan Litbang ESDM dalam rangka penggunaan kapal ini oleh KKKS,” ujar Djoko Siswanto.

Selain itu, lanjut Djoko, Kapal Riset Geomarin III juga dapat dipergunakan untuk melihat permukaan bawah laut saat Kontraktor KKS akan melakukan pemasangan pipa.

“Pada saat Plan of Development (POD), pelaksanaan POD atau pengembangan lapangan, biasanya untuk offshore itu sering dilakukan pemasangan pipa, Geomarin III bisa dipergunakan untuk melihat permukaan bawah laut, apakah ada palung, berapa dalamnya, sehingga pemasangan pipa bisa kita lakukan,” imbuh Djoko. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*