Lewat LS Person, Personel Batan Bisa Bersaing di MEA

41800
Lewat LS Person, Personel Batan Bisa Bersaing di MEA
istimewa

Lewat LS Person, Personel Batan Bisa Bersaing di MEA

 

indoPetroNews- Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir (PSMN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ditetapkan sebagai Lembaga Sertifikasi Person (LS Person) oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). LS Person ini memiliki tugas dan fungsi melaksanakan sertifikasi personel di bidang ketenaganukliran yang mencakup personel radiografi, petugas dan supervisor iradiator, petugas analisis aktivasi neutron, dan petugas radioisotop dan senyawa bertanda.

Dengan memiliki Lembaga Sertifikasi Person (LSP) yang dapat menyatakan bahwa seseorang mempunyai kompetensi selain mendapat pengakuan juga bisa percaya diri berkompetisi di dunia internasional seiring dengan tuntutan era  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto kepada media, Kamis (3/8/2017) di Jakarta. Menurut Djarot, Batan melalui Pusat Standardisasi Mutu Nuklir berhasil dinobatkan sebagai Lembaga Sertifikasi Personel (LS Person) oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

LS Person mempunyai tugas dan fungsi memberikan sertifikasi kepada personil yang bekerja di bidang pemanfaatan teknologi nuklir sesuai dengan persyaratan dan kompetensi yang telah ditentukan. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Batan ini dapat digunakan oleh personel tersebut untuk bekerja terkait bidang teknologi nuklir secara internasional.

Dia menyatakan bahwa pihaknya sejak tahun 2016 telah mengajukan untuk menjadi LS Person. “Lingkupnya masih radigrafi. Kelak kita ingin memperluas lagi, semua kegiatan di bidang kenukliran masuk LS Person,” ujar Djarot.

Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya menyatakan bahwa Batan dan BSN adalah satu rumpun LPNK dibawah Kementerian Ristek-dikti. “Kita telah lama bekerjasama dengan baik. Yang kita lakukan sekarang adalah sebagai LPNK yang ditugaskan pemerintah berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang standarisasi dan penilaian kesesuaian,” tandas Bambang. Penilaian kesesuaian adalah sesuatu standart yang diaplikasikan sesuai dengan apa yang diharapkan atau tidak dan bagaimana caranya.

Terkait dengan sertifikasi, menurut Bambang, saat ini banyak yang abal-abal. “Saya enggak mau ini masuk ke ranah sainstifik murni. Untuk di LS Person Batan ini adalah role model yang bisa kita suarakan ke mana-mana dan role model yang high level,” tegas Bambang.

Sedangkan Kepala PSMN, Budi Santoso mengatakan, sertifikasi personel merupakan salah satu cara memberikan jaminan bahwa personel yang memiliki sertifikasi telah memenuhi persyaratan dan skema sertifikasi yang ditentukan. Selain itu, tujuan sertifikasi personel adalah memberikan kepercayaan kepada seluruh stakeholders bahwa personel yang tersertifikasi telah memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kompetensi yang ditentukan.

”Nilai sertifikasi merupakan tingkat keyakinan dan kepercayaan yang diberikan LS Person dengan menunjukkan ketidakberpihakan dan kompeten terhadap pemenuhan persyaratan tertentu,” katanya.

Berawal dari kenyataan tentang perkembangan isu strategis dan dinamika tuntutan di era global yang mensyaratkan bahwa sertifikasi personel harus dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi, Batan perlu membentuk lembaga sertifikasi yang terlisensi atau terakreditasi dan memperoleh pengakuan secara formal dari institusi/lembaga yang berwenang.

Sebagai catatan, kronologis terbentuknya LS Person Batan dimulai pada tahun 2004, namun di tahun-tahun berikutnya belum mendapat perhatian yang serius dalam hal tindak lanjut pengembangannya. Pada awal tahun 2013, LS Person Batan disiapkan untuk memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk maksud tersebut, pada tahun 2014, LS Person Batan telah menyiapkan dokumen mutu dan persyaratan lainnya, termasuk personel kompeten sebagai asesor kompetensi. Namun, proses lisensi ke BNSP ini tidak berlanjut karena terkendala beberapa hal, sehingga proses terhenti.

Pada tahun 2015, proses pengajuan akreditasi LS Person Batan dilanjutkan dengan mengajukan persyaratan kepada Komite Akreditasi Nasional (KAN). KAN akan memberikan akreditasi untuk Lembaga LS Person yang memenuhi persyaratan dalam SNI lSO/lEC 170242012 ‘Penilaian Kesesuaian Persyaratan untuk LS Person’ yang merupakan adopsi identik dari standar internasionalnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*