Dorong Investasi Menteri ESDM Kunjungi 3 Perusahaan Migas

21800
Dorong Investasi Menteri ESDM Kunjungi 3 Perusahaan Migas
Foto : industry.co.id

Dorong Investasi Menteri ESDM Kunjungi 3 Perusahaan Migas

 

indoPetroNews- Untuk mendorong peningkatan investasi perusahaan-perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Amerika Serikat, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, telah melakukan lawatan ke Houston, Amerika Serikat (AS), 24-26 Juni 2017, untuk bertemu dengan pimpinan Conoco-Phillip, Chevron, dan Exxon, tiga perusahaan besar yang menyumbang 55% produksi minyak dan 13% produksi gas Indonesia.

“Selain mendorong meningkatkan investasi dengan adanya peluang-peluang yang terbuka karena adanya kebijakan baru, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk membahas berbagai isu yang berkaitan dengan operasi perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia dan memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi,” kata Menteri ESDM kepada wartawan, Selasa (1/8/2017) di Jakarta.

“Kami bertemu juga dengan pimpinan Baker Hughes General Electric (BHGE) dan Schlumberger untuk membahas peningkatan kesempatan investasi di Indonesia, dan berbicara dengan CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson,” lanjut Jonan yang dalam kunjungan kerja kali ini didampingi tim dari KBRI Washington, KJRI Houston, KJRI San Fransisco, Kementerian Hukum dan HAM serta SKK Migas.

Secara rinci Jonan menjelaskan, pertemuan dengan ConocoPhillips pihaknya menyampaikan agar ConocoPhillips segera mengajukan proposal lengkap jika berminat melanjutkan pengelolaan Blok South jambi, yang akan berakhir 2020. “ConocoPhillips menyambut positif dan akan memberikan tanggapan secepatnya,” ujarnya.

Terkait lamanya kesepakatan kontrak jual beli gas antara Conocophillips dengan PGN yang terkatung-katung sejak 2013, Jonan akan segera mengumpulkan pihak terkait dan mengambil keputusan yang tidak merugikan kedua belah pihak.

Saat bicara dengan Chevron, terang Jonan, dibahas rencana produksi lapangan Gendalo-Gehem yang akan mulai pada 2022 dan direncanakan akan diolah di fasilitas pengolahan terapung (Floating Processing Unit/FPU) Jangkrik milik Eni. “Kami minta SKK segera berkoordinasi dengan Chevron dan Eni mengenai rencana pengolahan pasca 2029, mengingat FPU Jangkrik akan mencapai kapasitas pengolahan maksimal pada 2029, dikhawatirkan gas dari Chevron tidak tertampung,” jelas Jonan.

Kepada Exxon, Jonan menyarankan untuk meningkatkan produksi lapangan Banyu Urip hingga 300.000 barel per hari, juga agar dapat berpartisipasi di sektor hilir migas. “Kami sarankan Exxon untuk investasi di hilir migas, termasuk membuka SPBU dan pengembangan aromatika, Exxon menanggapi positif hal itu,” terangnya.

Sementara saat bertemu BHGE, lanjut Jonan, mereka menawarkan teknologi hulu migas antara lain pengurangan cost drilling, dengan memanfatkan teknologi digital (IntelliStream) untuk membantu Enhanced Oil Recovery (EOR) di beberapa sumur minyak yang sudah tua. “BHGE juga menawarkan teknologi barge power plant untuk pulau-pulau dengan rasio elektrifikasi yang masih rendah seperti Papua,” ujar Jonan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*