GLP Capai Financial Close untuk Proyek PLTU

59100
Regulasi Tidak Kondusif Listrik Makin Tidak Dilirik Investor
dok. istimewa

GLP Capai Financial Close untuk Proyek PLTU

 

indoPetroNews- Upaya untuk mendukung program pembangunan pembangkit listrik kapasitas 35.000 MW dilakukan oleh berbagai perusahaan. Diantaranya oleh PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP).

PT Gorontalo Listrik Perdana (GLP), perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Toba Bara Sejahtera Tbk (Perseroan), mencapai Financial Close pada 24 Juli 2017 untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2×50 MW Sulbagut -1 di Provinsi Gorontalo, Sulawesi. GLP adalah konsorsium yang diprakarsai oleh Perseroan (60%), dengan anggota lain, yaitu PT Toba Sejahtera (20%), dan Shanghai Electric Power Construction Co. Ltd. (SEPC) (20%).

Adapun SEPC merupakan kontraktor Engineering Procurement and Construction (EPC) dari Tiongkok dengan pengalaman 50.000 MW sebagai kontraktor EPC maupun sub kontraktor di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, SEPC tengah membangun PLTU dengan kapasitas 2×150 MW (diluar proyek Sulbagut -1).

GLP adalah Independent Power Producer (IPP) pada 2017 yang berrhasil mencapai Financial Close sesuai jadwal berdasarkan PPA dengan PLN. “Kita berterimakasih pada PLN dan mitra lainnya yaitu lender, sponsor dan berbagai instansi pemerintah terkait dukungan dan kerjasamanya mensukseskan pencapaian ini,” kata Justarina Nairborhu, Dirut Perseroan, kepada sejumlah media, Senin (31/7/2017) di Jakarta.

Sementara itu, Dirut GLP, Tries Nainggolan menyatakan bahwa Financial Close ini menjadi stepping stone bagi GLP dan Perseroan setelah memeroleh PPA perdana tepat setahun lalu. “Ini jadi bagian dari rangkaian dimulainya tahap konstruksi di semester kedua 2017 dan jadi target untuk mencapai commercial operation date di medio 2020,” ujar Tries. Sebagai catatan, PT Toba Bara Sejahtera juga telah membangun PLTG Senipah berkapasitas 2×41+35 MW. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*