PPN Raih Laba Tiga Kali Lipat Ditengah Turunnya Harga Minyak

43900
PPN Raih Laba Tiga Kali Lipat Ditengah Turunnya Harga Minyak
istimewa

PPN Raih Laba Tiga Kali Lipat Ditengah Turunnya Harga Minyak

 

indoPetroNews- Walaupun harga minyak mentah dunia saat ini tengah menurun tetapi bisnis PT Pertamina Patra Niaga (PPN) malah menunjukkan peningkatan kinerjanya. Apa strategi bisnis yang diimplementasikannya?

Keberhasilan bisnis PPN dalam waktu 2 tahun terakhir pendapatannya tergantung pergerakan harga crude oil. Strategi yang diterapkan adalah upaya meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM, memperbaiki proses bisnis serta memanfaatkan teknologi.

“Hasilnya laba bersih dalam 3 tahun terakhir mencapai 37 juta USD pada 2014, 67 juta USD pada 2015, dan 96 juta USD pada 2016. Ini meningkat 259% atau hampir tiga kali lipat,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga, Gandhi Sriwidodo dalam acara diskusi bertajuk CEO Talk ‘Berperan Aktif dalam Mendukung Program Pembangunan Ekonomi Nasional melalui Pelayanan Energi’ pada Kamis (27/7/2017) di Jakarta. PPN adalah salah satu anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yang sahamnya 100% milik Pertamina.

Hadir dalam kesempatan tersebut adalah Romulo Hutapea, Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga, Abdul Chalid, Direktur Operasi dan Said Reza Pahlevy, Direktur Administrasi dan Keuangan.

Menurut Gandhi, core bisnis PPN bergerak di sektor trading. “Sebanyak 73% adalah energi, yaitu solar,” kata Gandhi. Selain itu, PPN juga melakoni bisnis services/management logistik. “Kita menyalurkan BBM ke SPBU dan industri. Termasuk menyalurkan dan mendistribusikan BBM dalam program satu harga ke seluruh Indonesia,” papar Gandhi, sembari mengimbuhkan bahwa wilayah kerja PPN di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Said Reza Pahlevy mengungkapkan soal kinerja keuangan. “Kita catat EBITDA Margin 3,79% pada tahun 2014, 8,23% pada tahun 2015 dan 8,82% pada tahun 2016 serta net profit margin 2,09% pada tahun 2014, 5,45% pada tahun 2015, dan 7,79% tahun 2016,” papar Reza.

Untuk kinerja operasional PPN juga terjadi peningkatan trading fuel dan non fuel menjadi sebesar 1.38 juta kiloliter (KL) pada tahun 2014, 1,54 juta KL pada tahun 2015, dan 2,3 juta KL pada tahun 2016.

PPN, kata Gandhi, juga harus bisa mempertahankan market share. “Dari total market size trading BBM industry sebesar 18,7 juta KL. PPN juga menguasai 15%, PT Pertamina (Persero) 58%, dan sisanya dari beberapa kompetitor,” ungkap Gandhi. Target PPN lainnya adalah menguasai 20% dari pasar trading BBM. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*