Rencana Pemerintah Integrasikan Infrastruktur Gas Bumi

43000
ESDM Putuskan Lanjutkan Kontrak Trader Bertingkat
Foto : istimewa

Rencana Pemerintah Integrasikan Infrastruktur Gas Bumi

 

indoPetroNews- Guna meningkatkan dan memaksimalkan pemanfaatan gas bumi, pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari sumber pasokan, infrastruktur dan konsumen atau pengguna. Apabila salah satu dari tiga aspek tersebut tidak terpenuhi, maka pembangunan tidak dapat berjalan sesuai rencana.

“Pembangunan pipa transmisi dan distribusi itu kan harus terintegrasi. Harus ada sumbernya, harus ada infrastrukturnya, harus ada penggunanya. Satu saja nggak ada ini nggak bisa. Makanya pembangunan pipa yang pasokan belum ada, user belum ada, pipanya jadinya gelondongan kosong,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja, Kamis (20/7/2017) di Jakarta.

Wiratmaja menyatakan, ke depan, dalam membangun infrastruktur gas bumi, pemerintah akan mengintegrasikan seluruh aspek tersebut. Alokasi gas tidak akan diberikan apabila belum ada kejelasan penggunanya. “Kalau user-nya sudah ada, gasnya kan bisa dari LNG atau lapangan-lapangan yang ada,” ujar Wiratmaja.

Sebagai catatan, menurut Peta Jalan Kebijakan Gas Bumi Nasional 2014-2030 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, infrastruktur gas bumi Indonesia masih perlu banyak pengembangan khususnya di wilayah tengah dan timur Indonesia. Infrastruktur gas bumi Wilayah barat Indonesia didominasi oleh jaringan pipa yang di masa depan akan menyambungkan tiga pulau besar yakni pulau Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Walaupun infrastruktur gas bumi saat ini masih berada pada developing phase, yakni masih pada skema point to point, ke depannya Indonesia akan mengembangkan infrastruktur gas bumi ke dalam growth phase di mana skema pada phase ini adalah hub and spoke. Di masa depan, seiring berkembangnya negeri ini, phase yang terakhir adalah mature phase di mana skema yang diambil adalah multiple networks.

Untuk wilayah timur Indonesia, pengembangan infrastruktur gas bumi masih sangat sulit karena kontur geografis yang tidak memungkinkan untuk dibangun jaringan pipa gas bumi sehingga saat ini wilayah timur Indonesia masih dikuasai oleh energi yang berasal dari minyak bumi. Jika dikembangkan metode lain, yakni metode virtual pipeline, wilayah timur Indonesia bakal semakin maju. Potensi anchor buyer di wilayah timur sangat besar seperti yang ditunjukkan oleh gambar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*