Pemerintah Lebih Pro Aktif Tawarkan WK Migas

32400
Ladang Minyak Sharara di Libya Diblokade
Foto : okezone.com

Pemerintah Lebih Pro Aktif Tawarkan WK Migas

 

indoPetroNews- Pemerintah lebih pro aktif  mendekati investor hulu minyak dan gas bumi (migas). Bahkan strategi  pendekatannya pun diubah agar dapat menjaring peminat lebih besar.

Diakui Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bahwa lelang Wilayah Kerja (WK) migas pada setahun silam tidak banyak peminatnya. “Pemenangnya tidak ada Karena itu pendekatannya diubah,” kata Arcandra kepada wartawan, Senin (17/7/2017) di Jakarta.

Persoalannya, apakah blok tersebut secara teknikal tidak bagus atau tidak punya prospek. Atau secara komersial juga tidak begitu atraktif. “Atau apakah peraturan kita yang tidak mendukung sehingga blok tersebut tidak jadi diambil atau dikelola oleh yang berminat,” tanya Wamen.

Dia menjelaskan, apa yang telah dilakukan adalah sebanyak mungkin informasi-informasi awal yang berkaitan dengan data seismik akan dibuka. “Kalau ada multi klien datang, yang dari perusahaan lain yang sudah melakukan seismik, silakan nanti berhubungan langsung untuk mencari datanya sehingga kalau secara teknikal dikatakan tidak atraktif silakan melakukan hal-hal yang perlu agar datanya lebih komplit,” paparnya.

Sebagai catatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setiap tahun melakukan lelang Wilayah Kerja (WK) migas konvensional dan non konvensional. Namun sejak 2015, peminat lelang WK migas turun drastis. Pada 2015 tidak ada pemenang dari lelang WK migas yang dilakukan oleh pemerintah. Kementerian ESDM pun berbenah dengan mengeluarkan sejumlah regulasi. Salah satunya menggunakan skema open bid pada lelang WK migas 2016.

Dalam skema open bid ini, para investor bisa menawarkan besaran bagi hasil hingga signature bonus kepada pemerintah. Namun nyatanya hasil lelang WK migas 2016 masih juga jauh dari harapan.

Menurut Dirjen Migas, Wiratmajapuja, dari tiga wilayah kerja migas non konvensional yang dilelang pada tahun lalu, hanya satu WK migas non konvensional yang diminati, yaitu GMB Bungamas. WK migas non konvensional tersebut diminati oleh PT Mantra Energi Service.

Namun, lantaran dokumen administrasi yang tidak lengkap, maka penawaran dari Mantra Energi Service digugurkan dan tidak dilakukan penilaian lebih lanjut oleh pemerintah.

Sementara dua WK non konvensional yaitu GMB Raja dan MNK Batu Ampar tidak ada peminatnya. “Lelang kita tidak diminati ini yang jadi tantangan kita. Makanya berbagai regulasi ke depan kami revisi agar menjadi aktraktif,” ujar Wiratmaja.
Sedangkan untuk hasil lelang WK migas konvensional masih dalam proses evaluasi akhir oleh pemerintah. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*