Blok Migas Jadi Atraktif Dengan Gross Split

28900
Gebrakan Arab Saudi agar Harga Minyak Naik
Foto : offshoreenergytoday.com

Blok Migas Jadi Atraktif Dengan Gross Split

 

indoPetroNews- Skema Gross Split diyakini dapat atraktif sehingga menarik minat calon investor hulu minyak dan gas bumi. Pasalnya, Wilayah Kerja (WK) migas yang ditawarkan menggunakan skema Gross Split menggantikan skema Cost Recovery.

Walaupun demikian, tidak sedikit dari kalangan pengamat dan media menyatakan skema Gross Split dianggap kurang atraktif.

Secara komersial skema ini untuk pertamakali diterapkan untuk blok
Offshore North West Java
(ONWJ). “Berdasarkan analisa terakhir yang kita hitung bersama dengan Pertamina itu mendapatkan hasil Gross Split lebih atraktif daripada yang eksisting atau konvensional atau Cost Recovery base,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar kepada sejumlah media, Selasa (18/7/2017) di Jakarta.

Apa buktinya? “Sebanyak 8 blok yang sedang dan sudah diajukan oleh Pertamina juga mengikuti skema Gross Split,” lanjut Arcandra. Secara garis besar, skema Gross Split atraktif untuk blok tersebut. Wamen mengakui bahwa tidak semua tapi sebagian besar atraktif.

Arcandra Tahar mengatakan, penggunaan skema bagi hasil Gross Split lebih bagus untuk blok ONWJ. Ini merupakan salah satu hasil evaluasi Pertamina terkait pengembangan blok-blok terminasi.

Walaupun demikian, Arcandra tidak menyebutkan bagi hasil Blok ONWJ akan bertambah atau sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017 tentang Gross Split, di mana bagi hasil diberikan sebesar 5%. Dia hanya mengatakan, skema gross split memang menguntungkan dalam pengembangan blok migas.

Sebagai informasi, Pertamina diberikan tugas untuk menggarap delapan blok terminasi, di antaranya Blok Ogan Komering, Blok Sanga-Sanga, Blok Tuban, Blok Tengah, Blok South East Sumatera, Blok East Kalimantan, Blok NSO, dan Blok B. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*