Dirut Pertamina Harus Terbuka Soal Mahakam

50400
Mempertanyakan PGN sebagai Sub Holding Gas dan Bukan Pertagas
Foto : offshoreindonesia.com

Dirut Pertamina Harus Terbuka Soal Mahakam

 

indoPetroNews- Sinyalemen Pertamina tidak percaya diri (Pede) untuk mengelola Blok Mahakam (saat ini dikelola oleh Total Indonesie) seperti yang diungkapkan oleh Fahmi Radhi, dosen ekonomi UGM, di salah satu media online, mendapat respon dari Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman.

Menurutnya, diduga ada kelompok mafia yang mempengaruhi elit kekuasaan yang bisa menekan Direksi Pertamina untuk menyikapi seolah olah kurang percaya diri. “Ini sebagai jalan  menambahkan porsi saham Total mencapai 39% dan agar publik bisa memaklumi sikap Pertamina ini,” kata Yusri kepada media, Jumat (7/7/2017) di Jakarta. Padahal perlu diketahui bahwa Blok Mahakam adalah blok produksi bukan lapangan eksplorasi yang beresiko tinggi tingkat kegagalannya.

“Apalagi jumlah sumber daya manusia selama ini di Total Indonesia itu ada sekitar 97% adalah orang Indonesia asli,” tandas Yusri.

Dia juga menyatakan, kalau bicara kendala sumber pembiayaan untuk investasi, apa mereka tidak paham bahwa sudah antri pihak perbankan nasional dan lembaga pembiayaan Internasional untuk  membiayai investasi pemboran sumur pengembangan dan membangun fasilitas infrasrtuktur produksinya.

“Soal teknologi hampir semua KKKS yang bekerja juga dikerjakan oleh kontraktor pihak ketiga,” imbuh Yusri. Jadi alasannya menjadi aneh dan tidak masuk akal bila Pertamina tidak mampu.

Pertanyaannya, lanjut Yusri, untuk apa selama ini Pertamina sibuk mencari dan memburu lapangan-lapangan migas baru di luar negeri untuk kepentingan ketahanan energi nasional.

“Bahkan pada 2016 telah mengakuisisi 72,65% saham blok migas di Afrika (Gabon, Tanzania dan Nigeria), dari perusahaan swasta Maurel & Prom Prancis,” cetusnya.

Lebih jauh Yusri menyatakan, bila informasi keraguan Pertamina itu benar, maka Dirut Pertamina harus bicara secara terbuka  ke publik. “Ada apa di Pertamina saat ini karena Direksi yang lama dibawah Dwi Soecipto dan kawan-kawan sangat percaya diri mampu mengoperasikan Blok Mahakam secara mandiri 100 %. Tapi sekarang jadi  “letoy”? Apakah kurang hebat Pertamina hulu bisa menunjukkan prestasinya mengelola Blok West Madura Offshore (WMO) dan Offshore North West Jawa (ONWJ ) meningkat produksinya diatas 100% dibandingkan dikelola operator sebelumnya,” tandas Yusri.

Oleh sebab itu, kata Yusri, sebaiknya Dirut Pertamina Ellia Masa Manik harus terbuka bicara apa sikapnya soal Blok Mahakam. “Jangan sampai publik akan membaca sikap Pertamina ibarat  ‘kambing kurus di negeri orang diburu buru tapi sapi gemuk di kandang sendiri dibiarkan disembelih oleh tamunya,'” tegas Yusri. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*