Produksi Blok Rokan Paska 2021 Tidak Boleh Turun

47600
Pengamat Sayangkan Sikap Wamen ESDM Tegur Panitia IPA Convex 2018
Foto : merdeka.com

Produksi Blok Rokan Paska  2021 Tidak Boleh Turun

 

indoPetroNews- Pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) di Blok Rokan kembali menghangat. Pasalnya, menurut Undang-undang blok yang akan habis  masa pengelolaan kontraknya, termasuk Blok Rokan, otomatis akan diserahkan pada Pertamina. Namun pemerintah masih akan melakukan evaluasi pengelolaan Blok Rokan ke depan.
“Yang pasti, siapapun yang menjadi pengelola Blok Rokan setelah 2021, produksi migas tidak boleh turun dan harus memberikan bagi hasil yang lebih baik bagi pemerintah,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam kunjungan kerjanya ke Pekanbaru, akhir pekan lalu.

Arcandra mengatakan, untuk kontrak-kontrak yang akan habis, termasuk juga Blok Rokan, pemerintah melakukan evaluasi terlebih dulu terkait pengelola blok migas berikutnya. Kontraktor yang mengelola blok tersebut nantinya, diharapkan dapat tetap mempertahankan produksi. Selain itu, harus mampu memberikan bagi hasil yang lebih menguntungkan pemerintah.

Lebih lanjut Arcandra menjelaskan, perpanjangan kontrak Blok Rokan setelah 2021, termasuk blok baru dan Pemerintah Daerah (Pemda) berhak mendapatkan Participating Interest (PI) 10%. Untuk itu, dia berharap agar Pemda pun menyiapkan diri.

“Apa yang harus dipersiapkan Pemda? Diharapkan nanti ke depannya, perda-perda yang menghambat operasi (migas) jangan diterbitkan. Kedua, BUMD ikut aktif mengurus izin-izin daerah sehingga saling menguntungkan antara kontraktor dan BUMD,” katanya.

Sebagai catatan, pengelolaan Blok Rokan ini, pemerintah telah dua kali memanggil PT Chevron dan meminta agar segera memberikan kepastian perpanjangan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, kontraktor dapat mengajukan perpanjangan kontrak kerja sama paling lambat 2 tahun sebelum kontrak berakhir.

Namun demikian, pemerintah berharap Chevron dapat memberikan kepastian lebih cepat agar pemerintah memiliki waktu untuk mengevaluasi blok yang kontraknya akan habis 4 tahun lagi tersebut. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*