Menteri Jonan Sambangi FPU Jangkrik di Blok Muara Bakau

0
235
Menteri Jonan Sambangi FPU Jangkrik di Blok Muara Bakau
Foto : viva.co.id

Menteri Jonan Sambangi FPU Jangkrik di Blok Muara Bakau

 

indoPetroNews- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan didampingi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi IGN Wiratmaja Puja dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi, Minggu (11/6/2017), melakukan kunjungan kerja ke Floating Production Unit (FPU) Jangkrik di Blok Muara Bakau yang terletak di lepas pantai cekungan Kutei sekitar 70 km dari garis pantai Kalimantan Timur yang dioperatori oleh ENI. Kunjungan kerja ini untuk memastikan produksi gas bumi yang dimulai tanggal 26 Mei 2017, berjalan sesuai target.

“”FPU Jangkrik ini sebenarnya adalah kapal yang dipakai untuk melakukan eksploitasi gas dan kondensatnya di lepas pantai, yang berada di laut dalam sekitar 450 meter. Produksi target pada Mei. Mulai 26 Mei gas onstream jalan. Produksi sekarang kira-kira 120 sampai 130 MMSCFD,” ujar Menteri ESDM Jonan.

Pengoperasian FPU Jangkrik tersebut menjadi bukti saat ini Indonesia tetap mampu mengembangkan lapangan migas baru. “FPU Jangkrik yang onstream tanggal 26 Mei 2017 ini bukti kita mampu kembangkan lapangan migas baru, dan kita akan selalu melakukannya,” tegas Menteri Jonan.

Jonan menambahkan, sesuai dengan rencana kapasitas produksi, kapal FPU Jangkrik dirancang untuk pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) secara bertahap, atau setara dengan 83.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalen per day/BOEPD). Namun kapasitas ini bisa ditingkatkan menjadi 600 MMSCFD apabila sumur Marakes di Blok East Sepinggan menggunakan fasilitas tersebut.

“Memang desain ini awalnya digunakan bisa untuk minimum 450 MMSCFD per hari. Sesuai dengan rencana kapasitas produksi. Nanti kalau ada sumur Marakes menggunakan fasilitas ini, bisa bertambah sampai 600 MMSCFD,” ucapnya.

Menteri Jonan menyatakan, produksi dari Lapangan Jangkrik ini cukup signifikan terhadap industri hulu migas di Indonesia, untuk menggantikan produksi Blok Mahakam yang sudah mulai turun. “Ini juga untuk pengganti Blok Mahakam yang sudah mulai turun. Kalau bisa 450 MMSCFD per hari sih minimal, lumayan sekali. Produksi nasional itu 7.100 MMSCFD per hari, ini 450 MMSCFD per hari okelah, menambah 7%,” kata Jonan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*