eSPeKaPe Dukung Bareskrim Tangkap Oknum Penjual Tanah Pertamina

35100
Calon Dirut Pertamina Definitif Harus Ahlinya
Foto: komoditas.co.id

eSPeKaPe Dukung Bareskrim Tangkap Oknum Penjual Tanah Pertamina

 

indoPetroNews- Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) menyambut baik sekaligus mendukung aparat penegak hukum dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang menggeledah sembilan ruangan di Kantor Pertamina Pusat, Jl. Medan Merdeka Timur No. 1, Gambir, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/6/2017), yang terdiri dari ruang bagian keuangan dan aset milik Pertamina.

Menurut Kepala Subdirektorat V Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Bareskrim Komisaris Besar (Kombes) Pol Indarto. penggeledahan tersebut terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi pelepasan aset Pertamina pada 2011 berupa tanah di kawasan Simprug, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dan polisi telah menyita sejumlah barang bukti dalam penggeledahan itu, khususnya terkait dengan kasus tersebut. Kasus itu mulai diselidiki pada Desember 2016, kemudian penyidik menaikan status kasus ini ke penyidikan pada awal 2017

Aset yang dilepas oleh Pertamina ini berupa tanah di seluas 1.088 meter persegi di kawasan Simprug. Tanah itu dijual dengan nilai Rp 1,16 miliar, padahal berdasarkan harga NJOP tanah itu sebesar Rp 9,65 miliar. Namun berselang 2,5 bulan, tepatnya pada 27 Desember 2011, tanah itu dijual kembali oleh pembeli pertama seharga Rp 10,49 miliar. Permainan jual beli tanah ini, juga pernah dilaporkan ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) pada 10 April 2016 dengan tuduhan persekongkolan yang merugikan Pertamina.

Ketua Umum eSPeKaPe, Binsar Effendi Hutabarat sangat berang atas adanya dugaan permainan jual beli tanah yang menjadi asset Pertamina. “Tanah itu sebenarnya adalah hasil kontribusi kami, pensiunan Pertamina saat masih aktif. Pernah eSPeKaPe ingin ikut membenahi asset Pertamina yang kami wariskan berupa tanah agar asset tersebut yang juga tanah negara tidak sesuka-sukanya dijual dengan berbagai cara oleh oknum-oknum yang dipercaya untuk mengurusi asset milik Pertamina,” ujar Binsar Effendi dalam rilisnya kepada pers (6/6/2017).

Menurut Binsar, eSPeKaPe sebagai pihak yang ingin ikut membenahi bukan tanpa alasan. “Banyak tanah yang dibeli Pertamina di Jabodetabek semasa Dirut Pertamina Ibnu Soetowo almarhum dan yang dalam surat keputusannya diantaranya untuk dibangun perumahan bagi pensiunan karyawan Pertamina. Sebab itu ada hak kami jika ingin ikut membenahi dengan cara bekerja sama dengan perusahaan swasta yang ingin membangunnya ketimbang tanah-tanah asset milik Pertamina yang banyak itu dibiarkan tidak produktif, malah banyak warga masyarakat yang mendudukinya. Tapi bukan untuk dijual atau dilepas,” tutur Ketua Umum eSPeKaPe ini.

Pihaknya, lanjut Binsar, mengutuk keras jika ada oknum pejabat asset Pertamina justru bermain dengan jual beli yang bukan saja merugikan uang negara tapi juga merusak nama baik Pertamina dibalik memanfaatkan prubahan status Pertamina yang perusahaan milik negara berdasarkan UU No. 8 Tahun 1971 tentang Pertamina beralih status menjadi persero berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Ini merupakan perbuatan biadab, imbuh Binsar Effendi. “Kami yang sebenarnya punya hak karena telah berkontribusi membeli tanah dan menjadi asset itu tapi tetap menjaga agar tanah dimaksud tidak berada ditangan pihak swasta. Kok ini oknum pejabat asset yang tidak pernah berkontribusi sesuka sukanya menjual tanah asset milik Pertamina”.

”Kami mohon Dit Tipidkor Mabes Polri usut tuntas, tangkap, adili dan jebloskan oknum oknum Pertamina tersebut ke bui. Kami malu. Mereka yang gajinya sudah besar tapi masih juga melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan membuat Pertamina tercoreng hanya gara gara setetes nila rusak susu sebelanga,” tandas Binsar.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Adiatma Sardjito, mendukung penggeledahan ruangan di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat oleh Bareskrim Polri. “Terkait detail (penggeledahan) saya tidak tahu,” Adiatma pada Rabu (7/6/2017).

Adiatma menyampaikan, penggeledahan di ruangan yang terkait pengelolaan aset di lantai tiga. “Saya kira (yang dicari) mengenai surat keputusan, akte penjualan tanah,” ujar Adiatma. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*