PLN Himpun Rp 10 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Ijarah

0
261
PLN Himpun Rp 10 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Ijarah
istimewa

PLN Himpun Rp 10 Triliun dari Obligasi dan Sukuk Ijarah

 

indoPetroNews- PT PLN (Persero) memiliki program untuk  menghimpun dana Rp10 triliun dari hasil penerbitan surat utang (obligasi) dan sukuk ijarah. Penerbitan ini terdiri dari surat utang dan sukuk terdiri dari Penawaran Umum Berkelanjutan II Obligasi Berkelanjutan Rp8 triliun dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Rp2 triliun.

“Tahap awal, target dana untuk Obligasi Berkelanjutan II sebesar Rp1,6 triliun dan Rp400 miliar untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan II. Kedua efek penerbitan obligasi dan sukuk masing-masing akan diterbitkan dalam tiga Seri,” kata Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto‎ kepada media, Selasa (6/6/2017) di kantor PLN  Pusat Jakarta.

Menurut Sudarto, seri A memiliki tenor ‎5 tahun dengan bunga sebesar 7,2 persen hingga 7,7 persen. Seri B bertenor 7 tahun memiliki kupon 7,55 persen hingga 8,1 persen. “Seri C bertenor 10 tahun dengan bunga sebesar 7,5 persen sampai 8,5 persen. Bunga dan kupon tersebut berlaku untuk obligasi dan sukuk,” tandasnya.

Dana dari hasil penerbitan obligasi, lanjut Sarwono, akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek pembangunan transmisi di seluruh daerah Indonesia. “Ini kan instrumen lokal, dana ini akan kita gunakan untuk transmisi karena komponennya lokal,” katanya.

Oleh karena itu, demi menyukseskan langkah tersebut, pihak perseroan telah mengamanatkan PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriter).

“S‎edangkan wali amanat, perseroan telah menunjuk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). Rencana penerbitan obligasi telah mendapat peringkat AAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo),” katanya.

PLN, selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki tiga segmen bisnis, yaitu pembangkit listrik, transmisi, dan distribusi. Hingga akhir 2016, PLN menguasai 79% dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik atau sekitar 43.294 MW. Kapasitas tersebut meningkat 3.3% dibandingkan 2015 yang sebesar 41.895 MW. Selain memiliki pembangkit, Perseroan juga bertindak sebagai pembeli utama Iistrik dari produsen listrik mandiri (independent power producer/WP).

Sebagai catatan, sepanjang 2016, PLN mencatat penjualan Iistrik sebesar 216 TWh atau meningkat 6.5% dibandingkan 2015 yang sebesar 202,8 TWh. Pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh kenaikan pelanggan listrik yang cukup baik. Bertambahnya jumlah pelanggan juga mendorong kenaikan rasio elektriflkasi dari 88.3% pada akhir Desember 2015 menjadi 91,16% pada Desember 2016. Pertumbuhan jumlah pelanggan juga mendorong pertumbuhan pembelian produksi listrik. Pada 2016. pembelian listrik perusahaan tercatat 64,8 TWh atau naik 12.69% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 57,5 TWh. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*