BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jelang Idul Fitri 2017

73200
BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jelang Idul Fitri 2017
Foto : harianterbit.com

BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jelang Idul Fitri 2017

 

indoPetroNews- Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjamin kesiapan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga H-plus 15 lebaran. Lembaga pemerintah ini membuka Posko Nasional ESDM untuk mengantisipasi lonjakan harga dan memantau kelancaran distribusi BBM dan gas selama musim mudik lebaran.

“Posko siaga ini dibuka mulai 10 Juni hingga 11 Juli 2017. Posko ditempatkan di Gedung BPH Migas yang berlokasi di Jalan Tendean No. 28, Jakarta Selatan,” kata Kepala BPH Migas, Fanshurullah Asa.

Menurutnya, posko ini dibentuk agar koordinasinya bisa dilakukan dengan mudah. “Kita juga melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk mengetahui masalah, sehingga bisa dilakukan tindakan preventif,” kata Fanshurullah, yang juga menjadi Koordinator Posko Nasional ESDM, pada Senin (5/6/2017) di Jakarta.

BPH Migas, sebagai koordinator, lanjutnya, tidak hanya mengkoordinasikan terkait penyediaan dan pendistribusian BBM saja. Namun juga mengkoordinasikan seluruh sektor ESDM lainnya, yaitu kelistrikan, LPG, BBG, obyek vital hulu dan hilir migas termasuk juga pemantauan potensi bencana (geologi).

Selain posko di kantor BPH Migas, juga dilakukan pemantauan lapangan pada periode sebelum lebaran, selama masa cuti Bersama dan paska lebaran dari tanggal 19 Juni sampai 8 Juli 2017. Beberapa posko lapangan akan dibentuk di sejumlah lokasi yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus lalu lintas dan konsumsi BBM untuk kesiapan jalur distribusi BBM dan ketahanan stok BBM di lokasi tersebut.

“Kami telah melakukan pemetaan titik-titik lintasan distribusi BBM yang berpotensi bermasalah saat arus mudik nanti,” paparnya.

Irfan memberi contoh lokasi di Brebes. Apalagi di Brexit (Brebes Exit) dan daerah Brebes lainnya ada empat flyover yang belum selesai dan diperkirakan baru selesai H-10. Begitu juga di Weleri (Kendal), jalan keluar dari tol masuk ke Ngaliyan, diperkirakan akan terjadi kemacetan sebelum Idul Fitri.

“Dalam rangka mengantisipasi kejadian di Brexit tahun 2016, Posko Nasional ESDM telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) untuk mensimulasi potensi problem kritis kemacetan saat mudik dan arus balik, serta menyiapkan strategi penyediaan dan pendistribusian BBM di sepanjang jalan tol dan jalan-jalan nasional dan kabupaten yang berpotensi macet,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, BPH Migas akan dibantu oleh tim pendukung dan beberapa koordinator. Seperti Badan Geologi untuk koordinator bidang geologi, PT PLN (Persero) untuk bidang ketenagalistrikan, PT PGN (Persero) Tbk, PT Pertagas Niaga, PT Pertamina (Persero), PT AKR Corporindo Tbk, PT Shell Indonesia dan PT Total Oil Indonesia untuk bidang minyak dan gas bumi.

BPH juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina untuk membentuk posko BBM dan LPG di kantor pusat dan seluruh kantor region Pertamina. Hal yang sama juga dilakukan bersama AKR.

Pertamina akan melakukan switching tangki timbun BBM untuk premium dan switching tangki pendam di SPBU dari solar ke Premium dan Pertamax. Juga dilakukan penambahan mobil tangki isi BBM di SPBU yang berada di jalur rawan kemacetan total. Begitu pula, AKR telah mempersiapkan pasokan BBM untuk didistribusikan ke semua outlet PSO.

Dalam kesempatan itu, Irfan juga melaporkan kesiapan cadangan operasional Pertamina dan AKR selama periode lebaran tersebut.

Rata-rata ketahanan stok nasional harian Pertamina adalah Solar 28 hari, Premium 22 hari, Pertalite 22 hari, Pertamax 22 hari, Pertamax Turbo 24 hari, Pertadex 25 hari, Kerosene 68 hari, avtur 24 hari dan LPG 14 hari. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*