AS Terus Genjot Produksi Minyak

349200
Cadangan Minyak Irak Diprediksi Lebih Besar dari Saudi
Foto : boombastis.com

AS Terus Genjot Produksi Minyak

 

indoPetroNews- Ditengah upaya pemangkasan produksi minyak seperti disepakati oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sejumlah negara produsen minyak non-OPEC lainnya, Amerika Serikat (AS) terus memproduksi minyak shalenya. Produksi negeri Paman Sam, seperti dilansir Reuters, Senin (29/5/2017) telah meroket sekitar 10 persen sejak pertengahan tahun 2016 hingga 9.3 juta bph, terus mendekati level output produsen minyak terbesar dunia, Rusia dan Arab Saudi.

Laporan pekanan Baker Hughes mengenai jumlah sumur pengeboran (oil drilling rigs) di AS pun menunjukkan peningkatan selama 19 minggu berturut-turut. Berdasarkan data yang dirilis akhir pekan lalu, rig counts sudah mencapai 722, tertinggi sejak April 2015.

Data inventori minyak mentah AS versi American Petroleum Institute (API) dijadwalkan rilis pada hari Rabu, disusul oleh laporan Energy Information Administration (EIA) pada hari Kamis. Keduanya akan terus dipantau oleh pelaku pasar, sementara menantikan rapat OPEC berikutnya pada bulan November.

Seperti diketahui, Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sejumlah negara produsen minyak non-OPEC lainnya pada Rabu (25/5/2017) menyelenggarakan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut disepakati untuk memperpanjang masa kesepakatan pemangkasan output hingga Maret 2018. Kendati demikian, disepakati pula bahwa mereka tidak menambah besaran pemangkasan.

Tentu saja apa yang dihasilkan tersebut membuat pasar kecewa karena dianggap bertolak belakang dengan ekspektasi sebagian pelaku pasar. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*