Gross Split Sudah Berikan Bagi Hasil Menarik

61500
Pengamat Sayangkan Sikap Wamen ESDM Tegur Panitia IPA Convex 2018
Foto : merdeka.com

Gross Split Sudah Berikan Bagi Hasil  Menarik

 

indoPetroNews– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dikabarkan belum menerima data atau perhitungan yang terperinci dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) sebagai bukti bahwa skema bagi hasil Gross Split tidak ekonomis.

“Sampai sekarang belum ada yang mengajukan (data atau perhitungan skema Gross Split tidak ekonomis). Saya kan sudah tantang di IPA. Mau di IPA atau di SKK Migas saya bilang, buktikan dengan angka. Mana yang tidak workable. Sampai sekarang belum ada yang masukkan,” tegas Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar, Senin (29/5/2017)di Kementerian ESDM, Jakarta.

Tidak ekonomisnya skema Gross Split dikatakan oleh lembaga riset energi internasional, Wood-Mackenzie. Terkait hal itu, Arcandra mengatakan, Pemerintah telah memanggil pihak Wood-Mackenzie untuk mengevaluasi ulang perhitungannya dengan memasukkan faktor-faktor efisiensi dalam Gross Split. Namun sampai saat ini, lembaga tersebut belum mengubahnya.

“Ya saya sudah tanya Wood-Mackenzie, dia mau ubah. Sampai sekarang belum juga. Yang lain belum ada yang mengajukan tidak workable dengan data. Kan saya tantang dengan data,” tegasnya.

Skema Gross Split yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2017, menurut Wamen ESDM sudah memberikan bagi hasil yang cukup menarik.

Lebih lanjut Arcandra mencontohkan, untuk wilayah kerja migas yang berlokasi di laut dalam, Kontraktor KKS mendapat variable split sebesar 16%, kemudian base split yang diberikan sebesar 43% maka kontraktor mendapat bagi hasil kurang lebih sekitar 59% dan pemerintah hanya 41%. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*