Teknologi Bukan Tantangan Berat Pengembangan Migas

48800
Teknologi Bukan Tantangan Berat Pengembangan Migas
istimewa

Teknologi Bukan Tantangan Berat Pengembangan Migas

 

indoPetroNews- Penggunaan dan pemilihan teknologi yang tepat menjadi salah satu upaya alternatif untuk menjawab tantangan industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Apalagi produksi dan pasar minyak kurang bagus karena fluktuatifnya harga.

“Tantangan berat bukan dari sisi teknologi tapi dari market,” kata Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), M.I Zikrullah dalam sambutannya pada acara Oil and Gas Technology Update pada Rabu (24/5/2017) di Jakarta. Harga minyak berkisar pada 48 – 52 USD per barel. Oleh karena itu, kata Zokrullah, efisiensi bukan pilihan tetapi jadi keharusan.

Acara Oil and Gas Technology Update ini terselenggara atas prakarsa SKK Migas dengan menggandeng Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan Core Lab.

Hadir dalam kesempatan tersebut selain Wakil Kepala SKK Migas, juga Rachmat Yunizar dan Sugeng Riyono dari Lemigas dan Max Podolyak, Technical Director Rock Properties APAC dari Core Lab.

Zikrullah melanjutkan, SKK Migas telah lama bekerjasama dengan Lemigas. Misalnya kerjasama terkait pengembangan rig, Petrodrill dan CBM. “Terakhir kita berkerjama terkait pengembangan fair gas,” kata Zikrullah.

Lebih jauh Zikrullah mengungkapkan bahwa dalam APBN, target produksi 815.000 barel per hari. Sedangkan saat ini produksinya di bawah 810.000 barel per hari.

Sementara Rachmat Yunizar, dari Lemigas, memaparkan terkait 5 technology group dalam menjalankan tugas kelembagaannya. Kelima technology group tersebut adalah teknologi eksplorasi, eksploitaitasi, proses, gas teknologi dan teknologi aplikasi.

Sejak berdiri pada 11 Juni 1965, Lemigas telah memiliki 40 paten yang dihasilkan oleh para penelitinya. Disamping itu, lembaga didukung dengan 58 laboratorium yang terstandarisasi.

Tugas utama Lemigas adalah melakukan penelitian dan pengembangan teknologi migas untuk membantu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), SKK Migas dan Presiden dalam mengeluarkan kebijakan terkait migas. Selain itu, mendukung industri migas Indonesia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*