Indonesia Undang Pemerintah dan Pengusaha Kanada Berinvestasi Migas

64500
KESDM Sederhanakan Perizinan Hulu Migas
Foto : katadata.com

Indonesia Undang Pemerintah dan Pengusaha Kanada Berinvestasi Migas

 

indoPetroNews- Pemerintah serta pengusaha Kanada diundang untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan eksplorasi migas serta membangun infrastruktur yang membutuhkan investasi besar.

Demikian salah satu poin pemaparan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Senin (22/5/2017) di Jakarta.

Mengawali paparannya, Wiratmaja memperlihatkan kondisi Indonesia yang tampak terang di siang hari, sementara di malam hari, yang terlihat terang hanyalah Pulau Jawa dan Bali. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia tidak menyediakan energi yang cukup bagi wilayah lainnya dan oleh karena itu dibutuhkan banyak investasi untuk membangun energi di seluruh wilayah Indonesia.

Lebih lanjut Wiratmaja memaparkan, di masa lalu, migas di Indonesia merupakan sumber penerimaan negara. Namun dalam perkembangannya, migas terutama menjadi penggerak ekonomi negara. Terkait hal tersebut, Pemerintah akan membangun infrastruktur di daerah yang memiliki atau dekat dengan sumber energi. Sebagai contoh, kilang akan dibangun di Kalimantan. Sedangkan di daerah Papua, akan dibangun industri petrokimia. “Ke depan kita akan membangun industri infrastruktur di mana sumbernya (berada). Jadi orang akan mengikuti energi, bukan energi yang mengikuti orang,” ujar Wiratmaja.

Kebutuhan minyak Indonesia yang tinggi, kata Wirat, tidak dibarengi oleh produksinya yang terus menunjukkan penurunan. Pada tahun 2025, konsumsi minyak Indonesia diproyeksikan 2,5 juta barel per hari. Sementara produksinya di tahun tersebut hanya sekitar 300.000 hingga 400.000 barel per hari sehingga diperlukan impor hampir 2 juta barel per hari.

Indonesia juga perlu mengimpor LPG di mana 65% dari kebutuhan saat ini disuplai dari luar negeri. “Jika Kanada memiliki LPG untuk diekspor ke Indonesia, kami sangat senang berdiskusi. Tentu dengan harga yang kompetitif dan juga bagus. Jika Anda bisa memberi kami diskon besar, diskon 25%, kami akan impor dari Kanada,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wiratmaja juga menawarkan peluang bisnis lain bagi pengusaha Kanada yaitu pembangunan tangki penyimpanan BBM serta LPG, terutama untuk wilayah timur Indonesia. Dikatakan, Indonesia setidaknya membutuhkan kurang lebih empat lokasi untuk tangki penyimpanan tersebut. Saat ini, infrastruktur gas terutama berlokasi di Pulau Jawa, Kalimantan Timur dan Sumatera.

Peluang lainnya adalah pembangunan kilang minyak mini yang investasinya sekitar US$ 100-200 juta. Pemerintah telah membagi 8 klaster yang potensial untuk dibangun kilang minyak mini tersebut, seperti di Sumatera Utara, Selat Panjang Malaka, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, dan Maluku. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*