Investasi Migas Turun, Tenaga Kerja Pun Turun

47200
ESDM Tunda Teken PSC 8 Blok Migas Terminasi Atas Permintaan Pertamina
Foto : migasnesia.com

Investasi Migas Turun, Tenaga Kerja Pun Turun

 

indoPetroNews- Berkurangnya nilai investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir mendorong industri melakukan efisiensi. Perusahaan harus mengurangi kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang akibatnya memangkas jumlah tenaga kerjanya.

Tenny Wibowo, IPA Board Director, mengatakan ini merupakan pilihan sulit yang dilakukan perusahaan. Dalam situasi seperti saat ini, perusahaan dihadapkan dengan pilihan antara menghentikan operasi sementara atau mengurangi sebagian tenaga kerjanya.

“Padahal sekitar 95-98 persen tenaga kerja di sektor migas merupakan tenaga kerja lokal,” kata Tenny kepada sejumlah media, Sabtu (20/5/2017) di Jakarta.

Berkurangnya jumlah tenaga kerja di sektor migas ini bisa berdampak panjang, terutama dalam penyediaan tenaga ahli di bidang ini di masa depan. Ketika aktivitas bisnis kembali naik, maka industri akan kehilangan ketersediaan tenaga kerja yang berkualitas. Ini disebabkan banyak tenaga kerja yang beralih profesi ke bidang-bidang di luar sektor migas.

Tenny menambahkan, kendati investasi migas belum pulih, dalam jangka pendek perusahaan masih bisa memberikan kesempatan kepada mahasiswa, sebagai calon tenaga kerja, melalui program magang atau kunjungan praktik lapangan kerja. Namun, dalam jangka panjang perlu solusi lain untuk mengatasi ancaman kurangnya tenaga profesional di sektor migas.

Industri dan asosiasi perlu bekerja sama dalam peningkatan softskill. Selain itu peningkatan investasi sebagai kunci agar industri migas tetap berjalan perlu banyak pihak untuk mewujudkannya. “Bagaimana cara membuat Indonesia menarik dibanding negara lain, sehingga menarik investor datang,” ujar dia.

Tenny menyebutkan untuk menaikkan iklim investasi, investor akan melihat berapa keuntungan yang mereka dapatkan. Selain itu, perlu kemudahan bisnis dengan memangkas perijinan mulai dari memberikan insentif dan mempermudah pembebasan lahan. Faktor lainnya yaitu pentingnya stabilitas politik dan kebijakan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*