Kegiatan Transisi Blok Sanga-sanga Jangan Dihentikan

71200
ESDM Tunda Teken PSC 8 Blok Migas Terminasi Atas Permintaan Pertamina
Foto : migasnesia.com

Kegiatan Transisi Blok Sanga-sanga Jangan Dihentikan

 

indoPetroNews- Blok Sanga-sanga akan segera berakhir masa kontraknya. Kegiatan di masa transisi jangan distop. Demikian diungkapkan oleh Edi Darmansyah, Wakil Wali Kota Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.

Pernyataan tersebut diutarakan Edi dalam acara Plenary Session 2 the 41 th IPA Convention & Exhibition pada Kamis (18/5/2017) di Jakarta.

Kendati pemerintah telah menugaskan Pertamina untuk melanjutkan pengelolaan Blok Sanga-sanga tetapi BUMN plat merah ini belum menunjuk mitra kerjasama di Blok Sanga-sanga.

Menurut Edi, pengelolaan Blok Sanga-sanga dimulai sejak 1998. “APBD kita memang ditopang oleh sektor migas,” kata Edi. Karena itu, migas juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi lokal.

Lebih jauh Edi mengungkapkan bahwa turunnya harga minyak turut menyurutkan pertumbuhan ekonomi daerah. Misalnya dengan migas pemerintah bisa membangun infrastruktur seperti jalan dan sektor lainnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kontribusi pendapatan migas kepada negara relatif besar. “Kita menyumbangkan Rp 132 triliun kepada negara melalui migas,” kata Edi.

Kendati demikian, lanjut Edi, pengelolaan Blok Sanga-sanga dan Blok Mahakam belum maksimal.

Sebagai catatan, Blok Sanga-sanga saat ini dioperasikan oleh VICO Indonesia. Virginia Indonesia Co memiliki hak pengelolaan 7,5 persen. Sedangkan Saka Energi baru saja memiliki 26,25 persen hak kelola yang diperolehnya dari BP. Adapun, ENI mengempit 26,25 persen, CPC 20 persen, dan Universe Gas & Oil sebesar 4,37 persen.

Pertamina mendapatkan penugasan mengelola Blok Sanga-sanga dari pemerintah pada 18 Januari lalu. Selanjutnya, Pertamina membuka kesempatan bagi kontraktor yang saat ini mengelola blok tersebut untuk bermitra pasca kontraknya berakhir.

Di sisi lain, proses transisi di Blok Sanga-sanga sampai kini belum berlangsung. Namun, manajemen menargetkan proses transisi bisa terlaksana setelah kontrak baru ditandatangani.

Dengan begitu, Pertamina baru bisa memulai proses transisi seperti yang saat ini terjadi di Blok Mahakam antara Total E&P Indonesie selaku kontraktor Blok Mahakam, dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), operator baru blok tersebut. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*