Menteri ESDM Berupaya Percepat Proses Perizinan Hulu Migas

78500
Menteri ESDM Berupaya Percepat Proses Perizinan Hulu Migas
istimewa

Menteri ESDM Berupaya Percepat Proses Perizinan Hulu Migas

 

indoPetroNews- Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) menghadapi tantangan besar. Apa saja tantangannya saat ini?

“Tantangan paling besar harga minyak. Kita berharap harga minyak nantinya di atas 50 USD per barel tapi tak bisa naik,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, kepada sejumlah media, seusai memberikan sambutan pada Pembukaan Indonesian Petroleum Association  Convention and Exhibition 2017 (IPA Convex 2017) yang ke 41 pada Rabu (17/5/2017) di Jakarta Pusat. Saat ini harga minyak berkisar 48 USD – 49 USD.

Walaupun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi pihak mitra pemerintah dalam usaha industri hulu migas.

“Kita mengapresiasi mitra pemerintah yaitu, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) yang masih tetap berupaya melakukan kegiatan hulu migas,” tandas Jonan.

Saat ditanyakan soal investasi yang cenderung turun, dia menyatakan, “Saya kira investasi hulu migas tahun ini memang lebih kecil”.

Gangguan yang paling besar, lanjut Jonan, adalah harga minyak dunia. “Sayangnya, kita tidak punya kemampuan untuk menentukan. Ada kebijakan dari OPEC dan Rusia. Mereka mungkin akan melanjutkan oil cut untuk semester ini. Kalau harga minyaknya naik diatas 60 USD per dolar, semangatnya akan beda,” ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Jonan, pemerintah akan berupaya untuk mempercepat masalah perizinan. “Saya juga akan berbicara dengan kementerian terkait supaya prosesnya bisa dipercepat,” tegas Jonan sembari mengimbuhkan bahwa lambannya proses perizinan dan rendahnya investasi migas tidak berkaitan dengan penerapan skema Gross Split.

“Kalau yang insentif, nggak ada hubungannya karena semua masih pada pakai cost recovery, Gross split kan untuk yang baru,” tandasnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*