Tantangan Baru Industri Migas di Era Digital

28800
Sekali Lagi, EMP Mangkir dari Kesepakatan dan Upah Pekerja
Foto : boombastis.com

Tantangan Baru Industri Migas di Era Digital

 

indoPetroNews- Harga minyak mentah di pasar dunia yang kian menukik turun telah menyurutkan pendapatan yang diperoleh negara- negara penghasil minyak, membatasi ketersedian sumber daya yang merupakan lahan investasi di sektor energi.

Menghadapi penurunan harga dan pendapatan namun tetap dengan cara yang tidak membahayakan kinerja mendatang merupakan tantangan terkini bagi industri minyak dan gas bumi, tetapi ini bukanlah satu-satunya tantangan.

Dengan munculnya tantangan yang berlipat ganda ini, operator industri mendapatkan tekanan tuntutan untuk mengurangi downtime dan menurunkan biaya operasional, meningkatkan efisiensi operasional dan keandalan perangkat, menaikan tingkat keamanan, membangun kumpulan calon sumber daya yang lebih kuat dan menghindari atau paling tidak menanggulangi dampak pensiunnya pekerja berpengalaman dan mengoptimalkan strategi belanja modal di lingkungan tidak menentu dan tidak stabil dengan makin bertambahnya tekanan pembiayaan.

“Kami percaya, penerapan digital pada industri minyak dan gas bumi adalah solusinya. Solusi industrial internet – perpaduan sensor dengan analisis big data berbasis komputasi awan – memungkinkan perubahan menuju kinerja dan pemeliharaan optimal yang secara substansial meminimalisir downtime yang tak terduga, menghasilkan penghematan dan keuntungan lebih besar,” kata Iwan S. Chandra, President Director GE Oil & Gas Indonesia kepada sejumlah media, Selasa (16/5/2017) di Jakarta.

Menurutnya, solusi digital baru ini bukan hanya mengoptimalkan aset; peningkatan visibilitas jaringan yang menyeluruh dapat mengoptimalkan sistem dan prioritas modal serta sumber daya manusia yang lebih baik, yang dapat menekan biaya operasional dan pemeliharaan.

“Solusi industrial internet menjembatani antara teknologi informasi dan teknologi operasional, dengan demikian memperluas peningkatan efisiensi menyeluruh di perusahaan. “Optimalisasi aset dan perbaikan manajemen operasional dapat menghasilkan peningkatan penting pada efisiensi dan produktivitas,” katanya.

Selain itu, lanjut Iwan, pemahaman aset-aset secara lebih mendalam akan menjadikan industri memperoleh strategi belanja modal yang lebih baik dengan mengoptimalkan perbandingan performa antara siklus hidup aset-aset tersebut dengan kinerjanya.

Solusi industrial internet juga mampu menangkap informasi dan pengalaman sebuah angkatan kerja yang menua, melestarikannya dan mentransmisikannya ke generasi berikutnya, menghindari risiko kehilangan keahlian dan produktivitas.

“Solusi industrial internet bagi industri minyak dan gas bumi telah diimplementasikan. Di masa mendatang penetrasi penerapan solusi baru ini akan semakin pesat dengan kehadiran Predix™, sistem operasi yang diciptakan khusus untuk industrial internet. “Predix tidak hanya memungkinkan adopsi solusi-solusi industrial internet secara aman dan efisien, namun karena sistem operasi ini memancing kreativitas para pengembang pihak ketiga, maka Predix juga akan mendorong lahirnya ekonomi aplikasi industri yang akan berperan sebagai akselerator,” tandasnya.

Teknologi digital yang baru ini dapat membantu industri minyak dan gas bumi menghadapi tantangan yang dihadapi saat ini dan masa depan. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*