Menko Luhut Desak Inpex Segera Lakukan preFEED Masela

51100
Menko Luhut Minta Tingkatkan IPP, Efisienkan PLN
Foto: sumbawanews.com

Menko Luhut Desak Inpex Segera Lakukan preFEED Masela

indoPetroNews- Pemerintah memberi peringatan keras kepada Inpex jika perusahaan itu belum juga menyelesaikan Pra Pelaksanaan Konfigurasi Dasar (pre-Front End Engineering Design/FEED) untuk proyek kilang gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di blok Masela. Ancaman yang diungkapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan tersebut juga direspon oleh Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menko Luhut mengatakan jika terlalu lama, pemerintah bisa memilih opsi lain.

“inpex minta preFEED dua kali proses, kami minta sekali supaya prosesnya lebih cepat. Ini harus selesai kalau tidak, kita lihat langkahnya apa, kita punya opsi dong,” kata Luhut kepada dalam satu diskusi pada Kamis (11/5/2017) di Jakarta.

Seperti diketahui, Menteri Jonan mengancam akan memutus kontrak Inpex Corporation jika belum juga memulai pra pelaksanaan konfigurasi dasar pre-FEED untuk proyek kilang gas alam cair di blok Masela. “Kalau kelamaan mulainya, ya saya batalin,” kata Jonan, Rabu (3/5/2017) di Jakarta.

Inpex sebelumnya menginginkan skenario kapasitas produksi LNG Masela sebesar 9,5 juta ton per tahun (MTPA). Kemudian sebanyak 150 mmscfd untuk gas pipa bagi industri di sekitar Masela.

Sebaliknya, pemerintah menginginkan kapasitas produksi Masela sebesar 7,5 mtpa untuk LNG dan 474 MMSCFD untuk gas pipa. Perbedaan ini membuat Pre-FEED tersebut terbengkalai.

Ketika disinggung soal dua skenario tersebut, Jonan tidak menjawab secara gamblang. Sebelumnya ia memang mendorong Inpex untuk segera memulai Pre-FEED, apapun skenarionya. “Enggak ada itu 2 skenario. Pre-FEED ya Pre-FEED saja,” tegasnya.

Menurut Jonan, masalah ini sudah lama belum diselesaikan oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Seharusnya, Inpex bisa bergerak cepat untuk segera menyelesaikan kajian awal tersebut.

“Kalau kelamaan ya saya batalin Inpex nya, sudah 6 bulan di ESDM enggak jalan-jalan. Pokoknya kalau sampai kesabaran saya habis, saya batalin kontraknya,” ujarnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*