IPA Ingin Tingkatkan Investasi Migas di Dalam Negeri

33200
IPA Ingin Tingkatkan Investasi Migas di Dalam Negeri
Foto : swa.co.id

IPA Ingin Tingkatkan Investasi Migas di Dalam Negeri

 

indoPetroNews- Fluktuasi harga minyak di pasar dunia telah membawa efek domino ke berbagai sektor di Indonesia. Diantaranya adalah melambatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa daerah, macetnya industri penunjang migas, pengurangan tenaga kerja hingga dampak-dampak sosial lainnya.

Menurut data dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menunjukkan angka investasi hulu migas di Tanah Air, menurun tajam, dari sebesar 15,34 milyar dollar AS di tahun 2015 menjadi 11,15 miliar dollar AS di tahun 2016, atau terjadi penurunan dalam kurun waktu setahun sebesar 27 persen.

Pemerintah dan semua pihak yang terkait memiliki peran penting untuk segera mengambil tindakan yang tepat, sehingga Indonesia dapat terhindar dari krisis energi yang lebih luas dan berkepanjangan. Solusi yang lengkap dan jangka panjang yang dimulai dengan reformasi kebijakan yang sesuai tujuan sangat diperlukan.

“Saya harus menekankan betapa mendesaknya kondisi saat ini. Tidak ada penemuan ladang minyak baru yang disebabkan oleh rendahnya aktivitas eksplorasi akan memukul kemampuan produksi migas Indonesia di masa mendatang. Penurunan produksi akan bertambah buruk bila kita hanya bergantung pada daerah produksi yang sudah berjalan. Kita perlu menemukan cadangan migas baru di lokasi baru,” kata Marjolijn Wajong, Direktur Eksekutif Indonesia Petroleum Association (IPA) kepada wartawan, Jumat (12/5/2017) di Jakarta. Untuk itu dibutuhkan investasi yang sangat besar.

Dalam hal ini menurut Marjolijn, IPA sangat ingin secara aktif berkontribusi pada proses pembuatan kebijakan untuk meningkatkan investasi dan produktivitas hulu migas di Indonesia.

Seperti diketahui, sektor hulu migas Indonesia – beserta semua sektor pendukungnya – memiliki efek berganda yang besar bagi perekonomian Indonesia.

“Setiap investasi di sektor hulu migas senilai 1 juta dollar AS akan menciptakan nilai tambah sebesar 1,6 juta dollar AS, memberikan kontribusi atas PDB sebesar 700 ribu dollar AS, serta menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 100 orang Indonesia,” ujar Tumbur Parlindungan, Direktur IPA.

Sayangnya, ungkap Tumbur, besarnya kontribusi di atas terpasung oleh berbagai tantangan yang saat ini dihadapi oleh industri migas Indonesia, antara lain: kepastian hukum, skema pembiayaan yang kompetitif, reformasi regulasi (revisi dari Peraturan Pemerintah No. 79 tahun 2014 dan perhitungan keekonomian skema Gross Split), serta biaya investasi.

Berbagai tantangan tersebut, lanjut Tumbur, mengakibatkan produksi minyak yang terus menurun, rasio penggantian cadangan minyak yang rendah, investasi infrastruktur gas domestik yang lambat serta rendahnya ketertarikan investor pada blok baru yang ditawarkan oleh pemerintah. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*