Gross Split Perlu Dikaji Lagi

58600
Cadangan Minyak Irak Diprediksi Lebih Besar dari Saudi
Foto : boombastis.com

Gross Split Perlu Dikaji Lagi

 

indoPetroNews- Semua kebijakan pemerintah, termasuk penerapan skema Gross Split dalam industri hulu minyak dan gas bumi (migas) selayaknya bisa dievaluasi setiap tahun. Pasalnya, Pertamina ONWJ, kontraktor migas yang telah menggunakan skema pengganti PSC Cost Recovery ini minta direvisi.

“Itu berarti kalkulasi bisnisnya belum kompetitif,” kata pengamat Industri Migas FEUI, Berly Martawardaya dalam satu diskusi pada Selasa (9/5/2017) di Jakarta. Walaupun demikian, skema Gross Split masih membutuhkan waktu untuk mengujinya lebih lanjut.

Menurut Berly, terdapat beberapa lapangan migas baru yang akan ditawarkan kepada calon investor. “Dari penawaran kan bisa diukur seberapa besar peminat calon investor yang ikut proses lelang,” tandasnya.

Lebih jauh Berly mengutarakan bahwa aspek splitnya yang perlu dievaluasi secara optimal per tahun. “Splitnya yang perlu dikaji,” katanya. Saat ini hanya Pertamina ONWJ yang mendapat penugasan dari pemerintah untuk melaksanakan skema Gross Split dalam bisnis migas.

Sebagai catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  akan kembali melelang 15 Wilayah Kerja (WK) migas pada helatan Indonesia Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition 2017.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmaja menjelaskan, 15 WK tersebut terdiri dari 10 WK konvensional dan 5 WK non-konvensional. Sepuluh WK konvensional itu kemudian terbagi dari6 tujuh blok yang akan dilelang melalui penawaran langsung dan tiga blok yang akan dilelang secara reguler.

Adapun tujuh blok migas yang akan dilelang secara penawaran langsung adalah blok Andaman I, Andaman II, South Tuna, Merak, Pekawai, West Yamdena, dan Kasuri III. Sementara itu, tiga blok migas yang akan dilelang secara reguler adalah Durian, East Tanimbar, dan Memberamo.

Sedang lima WK non-konvensional yang akan dilelang terdiri dari blok Raja, Bungamas, West Air Komering, Jambi I, dan Jambi II. Tiga blok yang disebutkan pertama merupakan blok penghasil gas metana batu bara (Coal Bed Methane) dan dua blok yang disebut belakangan adalah WK yang memproduksi minyak gas batuan dangkal (shale hydrocarbon). (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*