Wamen ESDM Sosialisasikan Gross Split

70900
Wamen ESDM Sosialisasikan Gross Split
istimewa

Wamen ESDM Sosialisasikan Gross Split

 

indoPetroNews- Sosialisasi penerapan skema Gross Split (menggantikan PSC Cost Recovery) terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satu bentuk sosialisasinya adalah penyelenggaraan Workshop Sosialisasi Pelaksanaan Permen ESDM No. 8 Tahun 2017 tentang Gross Split dan Permen ESDM No. 26 tahun 2017 tentang Mekanisme Pengembalian Biaya Investasi pada Kegiatan Usaha Hulu Migas.

Agenda tersebut dilaksanakan pada Senin (8/5/2017), pukul 12.30 WIB, di Ruang Pertemuan SKK Migas, Gedung City Plaza lantai. 9, Komplek Wisma Mulia, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Hadir dalam kesempatan workshop tersebut Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar, Dirjen Migas IGN Wiratmajapuja, Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Djoko Siswanto, perwakilan dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS), pihak Asosiasi Pengusaha Migas (IPA), akademisi dan pengamat migas.

Dalam kesempatan tersebut Wamen Arcandra menyatakan pihak pemerintah ingin lebih banyak mendengarkan dari para kontraktor terkait skema Gross Split. “Kita sebenarnya ingin mendengar saja soal Gross Split. Baik dari mereka yang telah paham, setengah paham atau baru paham,” kata Arcandra.

Dia mengatakan mungkin saja Gross Split dianggap mengganggu secara keekonomian lapangan yang akan telah ditemukan atau secara keekonomian. “Split yang kita hasilkan itu berasal dari 10 kalibrasi lapangan yang menjadi representatif lapangan-lapangan yang cukup besar di Indonesia,” katanya.

Ia melanjutkan, “Kalau secara split saja, pure split, rasanya splitnya gak jauh beda dengan apa yang ada atau terima saat ini”.

Wamen mengakui, tidak sempurna persis sama tetapi sebagian besar bisa menghasilkan split yang hampir sama.

“Saya buka data  lapangan mana yang jadi poin kita untuk menentukan split. Ada Rokan, ONWJ, Tangguh dan Exxon Cepu Banyu Urip,” tandas Arcandra. Sedangkan untuk deepwater ada West Seno dan lapangan Natuna. Lapangan-lapangan tersebut, kata Wamen, yang menjadi representatif dari seluruh lapangan yang ada di Indonesia. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*