Resiko Impor Migas Bukan Hanya Ditanggung Pemerintah

31200
Efisiensi Hulu Migas Bisa Dilakukan Lewat PLB
Foto : boombastis.com

Resiko Impor Migas Bukan Hanya Ditanggung Pemerintah

 

indoPetroNews- Pemerintah mewacanakan impor untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas bumi (migas) melalui impor. Pasalnya, produksi migas dalam negeri yang sebesar 8000 barel per hari belum  mampu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi migas yang melebihi 1 juta barel per hari. Bila pemerintah tetap mengimpor migas, apa resikonya?

“Kebijakan impor migas akan banyak konsekuensi yang harus ditanggung, tidak hanya oleh pemerintah tapi juga oleh rakyat. Pemerintah harus merogoh kocek untuk mengimpor migas sekitar US$ 50 miliar per tahun, atau sekitar 42% dari total cadangan devisa,” kata kata Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, dalam satu diskusi pada Rabu (3/5/2017) di Jakarta. Jumlah ini belum termasuk impor elpiji, pelumas dan produk turunan lain.

Meskipun pemerintah memiliki dana, belum tentu bisa. “Untuk mengimpor migas, Indonesia harus bersaing dengan negara lain yang juga importir migas. Indonesia bersaing dengan Jepang, India dan Cina, yang negaranya tidak punya pasokan energi yang besar,” kata Komaidi.

Dia menandaskan, apabila seluruh kebutuhan migas dipenuhi melalui impor, ketahanan energi dan ketahanan ekonomi Indonesia menjadi sangat rentan. Indonesia akan sangat bergantung dengan negara lain.

Kendati demikian, Komaidi menyadari timbulnya resiko bila supply migas terhenti. “Apabila dalam satu bulan tidak ada supply Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah masyarakat, maka akan terjadi kekacauan secara nasional dan distribusi berhenti secara total,” katanya.

Sementara konsekuensi apabila Indonesia tidak memiliki industri migas karena menempuh kebijakan impor, lanjut Komaidi, Indonesia akan kehilangan investasi sekitar Rp 180 triliun hingga Rp 300 triliun setiap tahunnya. Serta Kehilangan penerimaan negara (APBN) dari pajak dan PNBP sekitar Rp 90 triliun hingga Rp 350 triliun – tergantung harga minyak dan gas. “Penciptaan nilai tambah ekonomi terhadap sektor pendukung dan pengguna migas akan berkurang signifikan,” terangnya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*