KESDM Bakal Panggil SKK Migas dan Dirjen Migas Agar Harga Gas Efisien

36600
Pesan Menteri ESDM Soal Gas Bumi
istimewa

KESDM Bakal Panggil SKK Migas dan Dirjen Migas Agar Harga Gas Efisien

 

indoPetroNews- Pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) akan memanggil Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Dirjen Migas untuk membicarakan agar harga gas bisa efisien. Selain itu, KESDM juga akan memanggil PGN, Pertagas, dan perusahaan-perusahaan di midstream gas bumi lainnya untuk membicarakan masalah ini.

“Jangan ada pelaku usaha yang mengeruk keuntungan tidak wajar,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat membuka Forum Gas Bumi Nasional 2017 pada Rabu (3/5/2017) di Jakarta. Soal tol fee untuk distribusi gas, pihaknya mau membicarakan agar fair.

Bukan hanya perusahaan di upstream saja yang harus efisien, di sektor midstream juga harus, supaya harga gas bisa efisien. Biaya distribusi gas akan segera diatur Jonan, ada batas Internal Rate Return (IRR), margin keuntungan, depresiasi pipa, dan lain-lain.

“Saya mau hitung sendiri, pantasnya berapa. Biaya investasinya, depresiasinya, dan sebagainya. Nanti diatur per kilometer yang wajar berapa, yang sekarang main-main ini. Kalau yang di hulu kita minta efisien, yang di tengah juga harus harganya kompetitif,” paparnya.

Aturan baru Jonan akan berlaku juga untuk pipa-pia gas yang eksisting. Kalau perlu tarif yang sudah ditetapkan sebelumnya dianulir agar lebih efisien.

“Saya anulir kalau perlu supaya kompetitif. Arahan Presiden, harus kompetitif,” tegasnya.

Menteri Jonan mengkritik tarif distribusi yang dipungut Pertagas, PGN, dan badan usaha lainnya yang bergerak di bidang usaha transportasi gas bumi.

Menurut Jonan, tarif distribusi yang dipungut tak masuk akal. Sebab, semakin sedikit gas yang lewat maka tarif tol fee pipa gas akan makin mahal. Misalnya pipa ruas Arun-Belawan yang kapasitasnya mencapai 400 MMSCFD, tarif tol fee jadi mahal sekali karena gas yang lewat hanya sekitar 25% dari kapasitas.

“Jalan tol itu kalau sepi tarifnya sama. Tapi Pertagas sama PGN ini beda. Kalau jalan tolnya (pipa gas) sepi jadi mahal. Kalau begini bukan bisnis,” katanya. (Sofyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

*